BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, akan menjadi rujukan nasional khusus untuk model pasar yang bersih dan rapi serta berkelanjutan sekaligus menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Kami, saya bersama Bu Bupati Banyuwangi mendampingi Bapak Wapres meninjau revitalisasi pasar induk, konsepnya bagus. Pasarnya yang bersih dan rapi akan membuat pembeli maupun penjual nyaman. Saya rasa layak dijadikan rujukan nasional," kata Khofifah usai meninjau progres revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Banyuwangi Jawa Timur, Jumat.
Ia juga memberikan apresiasi konsep baru revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi yang dibangun di atas lahan seluas 10.600 m² dan bangunannya seluas 15.873 m².
Gubernur Khofifah menyampaikan pasar induk tersebut mampu menampung 397 kios, 356 los dan 45 kios existing, total daya tampung Pasar Induk Banyuwangi 798 pedagang.
Selain itu, lanjutnya, pasar ini terdiri dari dua lantai dan terbagi beberapa zona seperti pangan, nonpangan, pangan basah, pangan kering, pecah belah dan kuliner.
Khofifah menyebutkan konsep baru pada revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi itu menjadikan pasar lebih tertata, tampak rapi dan bersih.
"Area pangan basah dan kering terpisah, pangan dan nonpangan juga terpisah, lebih rapi dan bersih," tuturnya.
Khofifah menambahkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi tidak mengubah total wajah pasar, tetapi masih mempertahankan beberapa fasad bangunan yang lama, sehingga memberikan sentuhan agar tidak nampak sekadar pasar tradisional, tetapi ada sentuhan modern.
"Pasar ini kan bangunan heritage, jadi tidak diubah total, masih dipertahankan beberapa sisinya, sehingga revitalisasi difokuskan pada penataan agar lebih bersih, lebih rapi," katanya.
Informasi yang diperoleh, pembangunan Pasar Induk Banyuwangi sudah rampung 100 persen, dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan dan penyempurnaan, sedangkan pengoperasian pasar menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah dalam waktu dekat.
Editor : Fendy Hermansyah