”Insya Allah penambahan satu koridor Malang Raya terealisasi tahun ini.”
Nyono
Kepala Dishub Jatim
PENGEMBANGAN jaringan Trans Jatim menjadi prioritas Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim). Dua koridor baru dipersiapkan untuk segera beroperasi melayani kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) dan penambahan koridor Malang Raya.
Kepala Dishub Jatim Nyono menuturkan, ekspansi layanan angkutan umum yang murah dan aman bagi masyarakat ini sebagaimana arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Serangkaian tahap kajian terus berprogres sebagai bagian dari upaya pengembangan transportasi publik terintegrasi besutan Pemprov Jatim ini. ”Sesuai arahan Ibu Gubernur, sudah kami rencanakan untuk penambahan satu koridor Trans Jatim Malang Raya dan juga Pasuruan Industri,” ujarnya selepas menghadiri Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Selasa (7/7).
Dishub Jatim menargetkan koridor II Malang Raya bisa beroperasi akhir November 2026 mendatang. Nantinya, seiring penambahan koridor baru, Terminal Hamid Rusdi bakal dioptimalkan sebagai pusat Trans Jatim Malang Raya. ”Insya Allah penambahan satu koridor Malang Raya terealisasi tahun ini,” terangnya.
Rencananya, dari Terminal Hamid Rusdi layanan bus akan dibagi ke dalam dua rute utama yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan pariwisata. Pertama, rute selatan. Armada Trans Jatim dioperasikan dengan jalur Terminal Hamid Rusdi-Gelora Ken Arok-Pakisaji-Kepanjen. Kemudian, rute timur. Dari Terminal Hamid Rusdi-Tumpang. Untuk mendukung operasional rute baru ini, Dishub Jatim menyiapkan sekitar 15 armada bus. Tarif subsidi yang diberlakukan tidak berbeda dengan koridor lainnya agar terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat, yakni Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar dan santri.
Nyono memaparkan, kebutuhan anggaran penuh untuk satu tahun operasional koridor ini diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. Meski memerlukan penyesuaian anggaran, kehadiran transportasi umum yang layak di Malang Raya dinilai sangat mendesak. Penambahan koridor anyar ini melengkapi koridor 1 Malang Raya rute Terminal Hamid Rusdi-Terminal Batu yang lebih dulu diresmikan November 2025 lalu.
Sementara di Pasuruan, lanjut Nyono, koridor baru Trans Jatim akan melayani kawasan Pasuruan Industri. Nantinya akan terkoneksi dengan koridor VI rute Porong. ”Setelah penambahan koridor Malang Raya nanti, baru kemudian ke area industri Pasuruan,” terangnya.
Menurutnya, pemerataan layanan transportasi massal bersubsidi ini ke kawasan Pasuruan Industri merupakan hasil penjaringan aspirasi dari kelompok buruh. Perluasan rute Trans Jatim ini sekaligus bertujuan untuk menekan ongkos transportasi mereka. ”Sesuai dengan harapan teman-teman buruh,” tandas Nyono. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah