SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta guru dan kepala sekolah membina karakter peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi Tahun 2026 yang akan menempuh pendidikan di berbagai sekolah di Jatim.
"Mereka adalah putra-putri panjenengan. Jangan hanya melihat mereka sebagai murid di sekolah, tetapi bimbing, bina, dan kuatkan karakter mereka. Pendidikan bukan hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter, kejujuran, dan kedisiplinan," ujar Khofifah saat menyambut dan memberikan pembekalan kepada 120 peserta Program ADEM Repatriasi Tahun 2026 di Sidoarjo, Jatim, Kamis (1/7).
Program ADEM Repatriasi merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang selama ini tinggal di luar negeri.
Khofifah mengatakan guru dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, ia berharap para siswa tidak hanya meraih prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.
Ia juga mengajak para peserta bangga menjadi bagian dari Indonesia. Menurut Khofifah, Jawa Timur sebagai Bumi Majapahit melahirkan semangat persatuan bangsa melalui nilai Bhinneka Tunggal Ika.
"Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, budaya, dan agama. Karena itu, cintailah Indonesia dan kibarkan Merah Putih setinggi-tingginya," pesannya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah memotivasi seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, menjaga disiplin, dan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.
"Jaga diri, disiplin, dan belajar dengan sungguh-sungguh. Kalian memiliki masa depan yang cerah. Anak-anak ADEM adalah generasi hebat yang akan menjadi kebanggaan Indonesia apabila dibina dengan karakter yang kuat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan Program ADEM Repatriasi merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan di Tanah Air.
Aries mengatakan sebanyak 120 peserta ADEM Repatriasi tahun ini berasal dari Jeddah Arab Saudi, Johor Bahru, Sabah, dan Kuala Lumpur Malaysia. Sebagian peserta dari Kuala Lumpur masih menyelesaikan proses administrasi dan dijadwalkan tiba sehari setelah kegiatan penyambutan.
"Mulai hari ini kalian memiliki identitas yang sama, yakni sebagai pelajar Indonesia. Jangan pernah merasa menjadi orang asing. Jawa Timur adalah rumah kalian," kata Aries.
Sebanyak 120 peserta akan menempuh pendidikan di 29 sekolah yang terdiri atas 18 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Penyebaran tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus pendampingan yang optimal.
Aries meminta seluruh kepala sekolah memberikan perhatian penuh kepada peserta ADEM, baik dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter.
Ia berharap para siswa mampu melanjutkan prestasi alumni ADEM yang telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Kakak-kakak mereka telah membuktikan mampu bersaing dan meraih prestasi. Kami berharap peserta tahun ini dapat meneruskan bahkan melampaui capaian tersebut," ujarnya.
Editor : Fendy Hermansyah