Akibat Terdampak Efisiensi Anggaran oleh Pemerintah Pusat
KABUPATEN - Rencana peluncuran angkutan perintis DAMRI rute Mojokerto-Lamongan via Kemlagi dipastikan batal. Dampak efisiensi anggaran dari tingkat pusat hingga daerah jadi faktor utama urungnya pembukaan trayek anyar tersebut.
”Ini program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ternyata terdampak efisien anggaran. Mestinya untuk dibuka akhir tahun 2025, ternyata batal,” ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Setyo Budi, kemarin (22/5).
Sesuai kajian awal, lanjut Setyo, Kemenhub kala itu menyiapkan enam armada bus listrik untuk menghubungkan Mojokerto dengan Lamongan Selatan. Tetapi, rencana itu batal terwujud lantaran pemerintah terganjal keterbatasan anggaran. ”Hasil survei rute dan rekomendasi sudah kita sampaikan ke Kemenhub, ternyata batal. Belum tahu pasti kapan nanti akan direalisasi,” terangnya.
Juni 2024 lalu, petugas gabungan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, hingga BPTD Wilayah XI Jatim melakukan survei jalur pembukaan angkutan DAMRI Mojokerto-Lamongan. Rute sepanjang 57 kilometer dari Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Lamongan via Kemlagi telah ditentukan.
Pun begitu dengan 12 titik potensial untuk didirikan shelter atau rambu pemberhentian bus yang tersebar di sepanjang jalur. Pasca survei kala itu, Pemkab Mojokerto melalui DPRKP2 menyebut siap mendukung dengan membangun halte angkutan perintis tersebut. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah