Tak Kunjung Terealisasi meski Telah Survei Jalur
KABUPATEN - Rencana pembukaan trayek angkutan perintis DAMRI rute Mojokerto-Lamongan via Kemlagi tampaknya belum jadi prioritas. Sebab, angkutan umum satu ini tak kunjung terealisasi meski survei jalur dan titik halte telah tuntas dilakukan dua tahun lalu.
’’Untuk DAMRI Mojokerto-Lamongan sementara ini masih belum ada perkembangan lanjutannya,’’ ungkap Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin (18/5). Pada 2024 lalu, rencana pembukaan layanan DAMRI tampak diseriusi seiring getolnya pengembangan jaringan Trans Jatim di wilayah aglomerasi Gerbangkertasusila.
Petugas gabungan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, hingga BPTD Wilayah XI Jatim rampung melakukan survei jalur pada Juni 2024. Rute sepanjang 57 kilometer dari Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Lamongan via Kemlagi dan Mantup telah disusuri.
Selain itu, sebanyak 12 titik potensial didirikan halte juga telah ditentukan. Mulai dari Jalan Jayanegara-Jembatan Lespadangan-simpang tiga Kemantren-simpang empat Pasar Kemlagi, hingga simpang tiga Simongagrok, Dawarblandong. Hasil survei dan rekomendasi dari tingkat daerah itu kemudian disorong ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dikaji lebih lanjut.
Tetapi, hingga saat ini belum ada langkah serius lanjutan terkait layanan DAMRI ini. Ditengarai, tak kunjung terwujudnya rute anyar ini imbas efisiensi anggaran di tingkat pemerintah pusat dan daerah. ’’Waktu itu rencananya mau pakai bus listrik, tapi nggak tahu jadinya bagaimana. Belum ada kelanjutannya,’’ tandas Yazid. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah