KABUPATEN - Rencana pemasangan pagar pengaman di jembatan kembar di ruas jalan Cangar-Pacet akan direalisasikan dalam waktu dekat. Pembatas berupa pagar besi ini bakal dipasang di kedua jembatan yang menjadi akses penghubung Kabupaten Mojokerto-Kota Batu ini.
Pagar pembatas yang akan dipasang di sisi jembatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya untuk mencegah kejadian dugaan aksi bunuh diri terulang. Sesuai perencanaan, besi pengaman bakal dipasang pekan depan. ’’Rencana pertengahan Mei kemungkinan,’’ ungkap PPK Wilayah I Mojokerto UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Tri Cahyo Utomo.
Pemasangan pagar pengaman tak hanya menyentuh Jembatan Cangar 1, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang menjadi tempat terjadinya dua kali tragis pada Maret-April lalu. Namun, besi pembatas juga menyasar jembatan 2 yang masuk wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. ’’Yang handle rekan-rekan UPT (PJJ) Malang,’’ paparnya.
Menurutnya, tahap pengerjaan segera digulirkan setelah proses desain pagar pembatas disetujui bersama oleh tim teknis. Karena dalam realisasinya, pemasangan tak hanya bertujuan untuk menutup celah jembatan, tetapi juga mempertimbangkan beban tambahan. ’’Memang harus dikaji terkait beban jembatan, jangan sampai mengabaikan faktor teknis struktur,’’ pungkasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, jembatan yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ini menjadi atensi publik setelah dua peristiwa memilukan yang terjadi beruntun. Pada Selasa (31/3) lalu, pemuda berinisial MA, 24, asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ditemukan dalam kondisi tewas di dasar jurang setelah diduga meloncat dari jembatan.
Nahas, peristiwa serupa kembali terjadi pada Kamis (23/4). Pria berinisial DPW, 24, asal Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang juga ditemukan tak bernyawa yang juga terindikasi melakukan aksi nekat dengan terjun dari jembatan tersebut. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah