TRAWAS - Bercerita, bernostalgia, dan menyatu dengan alam tergambar dalam kesyahduan Mozaic Fest 2026. Event bertajuk Harmoni Musik di Pelukan Alam di Alas Soeko, Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ini sukses menyedot perhatian 2 ribuan penonton, Jumat (1/5) sore. Balutan rindang hutan pinus diwarnai rintik hujan kian menghipnotis mereka saat menikmati lantunan hangat lagu-lagu hits Yovie & Nuno, Fiersa Besari, Altersense, dan Branta.
Tim Penyelenggara Mozaic Fest 2026 Tutut Singgih menuturkan, event perdana yang digelar di kawasan hutan pinus ini menunjukkan bahwa perpaduan antara alam dengan musik seraya memiliki ruh yang sama. ”Kita sangat berterima kasih berkat antusiasme penonton yang begitu luar biasa, termasuk juga kepada sponsorship yang sudah men-support demi suksesnya Mozaic Fest 2026, ini,” ujar Tutut.
Duduk di atas bean bag warna-warna menambah betah para penonton menikmati setiap petikan musik dan lirik lagu. Performa Yovie & Nuno menjadi momen spesial bagi para penggemar. Band asal Bandung yang berdiri sejak 21 Mei 2001 tersebut membawakan sejumlah lagu andalan. Seperti Janji Suci, Menjaga Hati, hingga Merindu Lagi. Dua dekade lebih berkarya, grup ini kini hadir dengan formasi baru. Adhyra Yudhi dan Chico Andreas sebagai vokalis, Ady Julian pada keyboard, dan Muchamad Ahadiyat atau Diat sebagai gitaris.
Lagu, Celengan Rindu karya Fiersa Besari mewakili makna mendalam tentang problematika hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR). Lagu ini menggambarkan kerinduan, kekesalan karena jarak, serta harapan dan keinginan kuat untuk bertemu. Dan, hits Waktu yang Salah, mengisahkan dilema hubungan di mana dua orang saling mencintai, namun bertemu di saat yang tidak tepat. ”Harapan kita, semoga Mozaic Fest 2026 ini mendapat perhatian dari jajaran Pemkab Mojokerto,” tandas Tutut.
Di balik kesuksesan konser musik di tengah alas ini, terang dia, tentu membawa dampak positif bagi perkembangan wisata dan pertumbuhan ekonomi di bumi Majapahit. ”Ada banyak asas manfaat yang didapat. Utamanya, menggeliatkan sektor pariwisata dan mendongkrak ekonomi daerah,” jelasnya. Kendati di bawah rintik hujan sore itu, namun penampilan Altersense dan Branta mampu membangkitkan pesona alam dan aura penonton hingga menuju waktu senja.
Baca Juga: Tempat Nongkrong di Mojokerto, Cafe-Cafe Ini Lagi Jadi Favorit Anak Muda
Tutut berharap, event ini dapat berlangsung setiap tahun dan berkelanjutan. Di samping membawa nama besar Kabupaten Mojokerto di kancah nasional, musik dan wisata telah menjadi bagian dari hiburan dan seni yang ganderungi lintas generasi. ”Semoga tahun depan kita bisa berkolaborasi dengan Pemkab Mojokerto, karena tujuannya sama, untuk mempromosikan pariwisata dan mendongkrak ekonomi warga,” tegasnya.
Turut hadir dalam event ini Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama istri, Shofiya Hanak Albarraa; Wabup dr Moch. Rizal Octavian; Ketua DPRD Ayni Zuroh, Kajari Fauzi; Sekdakab Teguh Gunarko, Waka Polres Mojokerto Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto. (ris)
Editor : Imron Arlado