JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pesona budaya Kembali hadir dalam balutan tradisi sakral melalui ritual seblang Banyuwangi yang Kembali digelar dengan penuh khidmat. Acara ini menjadi salah satu warisan budaya leluhur yang masih dilestarikan Masyarakat di Banyuwangi.
Ritual seblang merupakan tradisi adat yang sarat dengan nilai spiritual dan dipercaya sebagai bentuk tolak bala serta rasa Syukur Masyarakat kepada tuhan. Dalam prosesi ini, seorang penari yang telah dipilih secara khusus akan menari dalam kondisi trance atau kesrupan, diiringi alunan music tradisional dan doa-doa adat.
Suasana sakral begitu terasa saat rangkaian upacara dimulai. Warga setempat turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian adat, sementara para tetua adat memimpin jalannya prosesi. Tidak hanya menjadi ritual keagamaan, Seblang juga mencerminkan kekayaan seni budaya lokal yang unik dan autentik.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pengelola Tol Mojokerto Perkuat Lereng, Drainase hingga Siagakan Pompa
Antusiasme masyarakat dan wisatawan terlihat meningkat setiap tahunnya. Banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan langsung keunikan ritual ini, sekaligus mengenal lebih dekat budaya Osing, suku asli Banyuwangi yang masih menjaga tradisi leluhur mereka.
Menurut tokoh adat setempat, pelaksanaan seblang tidak hanya sekedar pertunjukan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai Upaya menjaga keseimbanan anatara manusia, alam, dan spiritualitas. Oleh karena itu, setiap tahapan dalam ritual dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengikuti aturan adat yang telah diwariskan secara turun temurun.
Pemerintah daerah juga turut mendukung pelestarian ritual ini sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan Seblang Banyuwangi dapat terus dikenal luas tanpa menghilangkan nilai sakral yang terkandung di dalamnya.
Melalui pelaksanaan ritual Seblang, masyarakat Banyuwangi membuktikan bahwa tradisi leluhur tetap relevan di tengah arus modernisasi. Keindahan dan makna yang terkandung dalam setiap gerakan tari menjadi simbol kuat bahwa budaya lokal adalah aset berharga yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
JATI
Editor : Imron Arlado