Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa Parah Pernah Guncang Mojokerto Tahun 1834, Cerobong Pabrik Pecah, Rumah Ambruk, Monumen Roboh

Moch. Chariris • Sabtu, 23 Maret 2024 | 02:43 WIB
FOTO: Ilustrasi keretakan tanah akibat guncangan gempa. (foto: dok Internet)
FOTO: Ilustrasi keretakan tanah akibat guncangan gempa. (foto: dok Internet)

RADARMOJOKERTO - Sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur, Mojokerto ternyata memiliki catatan sejarah gempa.

Bumi Majapahit ini pernah beberapa kali mengalami guncangan gempa yang dirasakan langsung masyarakat.

SEJARAH: Salah satu bangunan Pabrik Gula di Mojokerto dengan fasilitas cerobong pabrik. (foto: dok. Ayuhanafiq)
SEJARAH: Salah satu bangunan Pabrik Gula di Mojokerto dengan fasilitas cerobong pabrik. (foto: dok. Ayuhanafiq)
 

Gempa terparah tercatat terjadi pada tahun 1834.

Intensitas gunjangan gempa saat itu bahkan mencapai VII hingga VIII modified mercalli intensity (MMI).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat menjelaskan, skala gunjangan VII hingga MMI dengan getaran yang cukup terasa, sempat membuat kepanikan warga.

Tak hanya rumah warga. Fasilitas umum dan pabrik juga ikut terdampak. 

Seperti cerobong asap pabrik pecah.

Getaran ini turut dirasakan langsung para pengendara yang sedang melintas.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan, memang pada skala yang lebih kuat, yaitu VIII MMI, potensi kerusakan berat dapat dialami pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Dinding bisa lepas dari rangka rumah, bahkan cerobong asap pabrik dan monumen roboh.

Disamping gempa mengakibatkan sumber air menjadi keruh.

 Baca Juga: Cabor Jujitsu Kabupaten Mojokerto Andalkan Kekuatan Lama

”Gempa Mojokerto terjadi di luar zona sesar kendang maupun Surabaya. Namun, terdapat aktivitas tumbukan batuan di bawah bumi Kabupaten Mojokerto. Ada patahan berupa antiklin (anticline),” jelasnya.

Antiklin adalah lipatan batuan yang saling bertumbuk dan mendorong ke atas, hingga muncul struktur geografis yang cembung ke atas.

Dari sisi topografi, wilayah Kabupaten Mojokerto dengan 18 kecamatan ini cenderung di tengah-tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara.

Bagian selatan merupakan wilayah pegunungan dengan kondisi tanah yang subur.

Di antaranya, Kecamatan Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo.

Sedangkan wilayah bagian tengah merupakan dataran sedang.

Dan wilayah bagian utara atau berada di sisi utara Sungai Brantas, adalah daerah perbukitan kapur yang cenderung kurang subur.

 

 

Editor : Moch. Chariris
#guncangan #gempa #mojokerto