Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kiai Chusaini Ilyas: Sejarah dan Keutamaan Mengamalkan Salawat Nabi Muhammad SAW

Moch. Chariris • Kamis, 14 Maret 2024 | 02:50 WIB
KHARISMATIK: KH Chusaini Ilyas Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mishbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (foto: Internet)
KHARISMATIK: KH Chusaini Ilyas Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mishbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (foto: Internet)

RADARMOJOKERTO - Lantunan salawat kini banyak digaungkan dengan menggunakan berbagai instrument Islami.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mishbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, KH Chusaini Ilyas menjelaskan, sejarah lantunan salawat sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yastrib, saat ini dikenal sebagai Madinah, Arab Saudi.

TOKOH AGAMA: Kiai Chusaini Ilyas saat memberikan tausyiah agama. (foto: Internet)
TOKOH AGAMA: Kiai Chusaini Ilyas saat memberikan tausyiah agama. (foto: Internet)

Salawat bermula ketika sejumlah kaum Ansar menyambut kedatangan Nabi dengan melantunkan salawat thalaal badru dengan pukulan rebana.

Nabi pun meridai hal tersebut.

Tak hanya dengan iringan instrumen.

Salawat juga menjadi amalan individu untuk memperoleh syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW.

Kiai Chusaini ilyas menuturkan, Nabi Muhammad SAW pernah didatangi para malaikat secara bergiliran.

Malaikat-malaikat tersebut mengabarkan berita baik bagi umat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa bersalawat.

Malaikat Jibril menjanjikan, bahwa ia akan bersujud kepada Allah SWT tanpa henti hingga dosa umat Nabi yang bersalawat diampuni.

Sedangkan Malaikat Mikail menjanjikan, bahwa ia akan memayungi umat Nabi Muhammad SAW yang bersalawat di padang mahsyar.

Malaikat Israfil menjanjikan, ia akan memberi tumpangan di sirathal mustaqim bagi umat Nabi Muhammad SAW yang memanjatkan salawat.

Serta, Malaikat Izrail menjanjikan bahwa ia akan mencabut nyawa umat Nabi Muhammad SAW yang bersalawat layaknya mencabut nyawa para Rasul.

Demikianlah Nabi sangat mencintai jamaah salawat, karena khusnul khatimah telah dijanjikan bagi mereka.

”Dalam hadis Nabi disebutkan, barang siapa yang memanjatkan satu salawat kepadanya, maka ia akan diparingi (diberi) 10 rahmat oleh Allah. Barang siapa membaca salawat kepadanya 10 kali, akan diberi 100 rahmat. Dan barang siapa bersalawat kepadanya 100 kali, akan diberi Allah 1000 rahmat. Dan barang siapa membaca 1000 salawat kepadanya, tidak akan meninggal dia sebelum diperlihatkan surga,” terang Kiai Chusaini Ilyas.

Kiai Chusaini Ilyas menambahkan, di samping umat yang bersalawat, terdapat beberapa jenis orang yang akan diperlihatkan surga sebelum ia meninggal.

Yakni, orang yang tidak pernah meninggalkan salat berjamaah, orang yang dermawan dan orang yang istikamah.

”Khusnul khatimah bagi orang yang meninggal dalam keadaan istikamah,” terang kiai kharismatik ini. (wilda mifta)

 

Editor : Moch. Chariris
#salawat #kiai chusaini ilyas #Rahmat