Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Almarhum Dikenal Baik dan Dermawan, Kerap Menyampaikan Ceramah Usai Salat Berjamaah

Moch. Chariris • Minggu, 14 Januari 2024 | 04:02 WIB
BERDUKA: Suasana duka di rumah keluarga Didik Chusnul Yakin, Perum Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/1). (foto: Misbakhul Ulum for Radar Mojokerto)
BERDUKA: Suasana duka di rumah keluarga Didik Chusnul Yakin, Perum Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/1). (foto: Misbakhul Ulum for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim Didik Chusnul Yakin, di Perum Japan Raya, Jalan Hoki Blok PP Nomor 4, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, (13/1).

Kepulangan Didik ini pun lantas mengundang kerabat, pejabat hingga tokoh masyarakat untuk bertakziyah, sekaligus menyampaikan doa dan bela sungkawa. Bahkan, deretan bunga ucapan belasungkawa berjajar di sekitar rumah duka.  

SELAMAT JALAN: Semasa hdupnya almarhum Didik Chusnul Yakin dikenal baik di mata warga dan kalangan pejabat.
SELAMAT JALAN: Semasa hdupnya almarhum Didik Chusnul Yakin dikenal baik di mata warga dan kalangan pejabat.

Widi Basuki, ketua RT lingkungan setempat mengungkapkan, kepergian Didik tidak hanya mengejutkan keluarga. Tetangga sekitar mengaku sangat kehilangan sosok pria yang akrab dan baik dengan warga tersebut.   

Menurut Widi, dokter menduga meninggalnya Didik akibat serangan jantung. Ia dilarikan ke RSI Sakinah Mojokerto pada pukul 08.00, setelah terjatuh dan tak sadarkan diri di rumah. Didik terjatuh sepulang dari bersepeda usai mengikuti rutinitas olahraga tenis. ”Sempat hendak dimasukkan ke ICU, namun sudah tidak tertolong,” tuturnya, Sabtu (13/1).

Kabar meninggalnya Didik membuat warga sekitar tak mampu menyembunyikan duka mendalam. Terlebih, lanjut Widi, pagi sebelumnya Didik masih bugar dan melakukan olahraga. ”Saya kaget, tadi subuh almarhum masih salat berjamaah,” tambah Totok, tetangga Didik.

Prosesi salat jenazah Didik dilakukan sekitar lebih dari delapan kali, karena banyaknya petakziah. Sedangkan prosesi pemakaman dilaksanakan pada pukul 16.00 sembari, menunggu kepulangan anaknya dari Jakarta. Didik dimakamkan di tanah kelahirannya, di Dusun Kejambon, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Widi mengungkapkan, semasa hidupnya, di mata warga, Didik merupakan sosok yang baik dan selalu membantu tetangga. Bantuan yang diberikan tak hanya berupa materi, namun juga moril.

Didik aktif menjadi pengurus takmir masjid, menjadi imam salat subuh, dan kerap menyampaikan siraman rohani kepada warga maupun jamaah salat. ”Warga sini (Perum Japan Raya) sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Pak Didik,” pungkas Widi. (wilda mifta)

Editor : Moch. Chariris
#pemprov jatim #wafat #pejabat