Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin di Kota Batu, Selasa mengatakan bahwa komplotan spesialis pencuri hewan ternak tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda pada saat melakukan aksi pencurian. "Masing-masing memiliki peranan yang berbeda-beda pada saat melakukan aksi pencurian," kata Oskar.
Oskar menjelaskan, pada saat melakukan aksi pencurian tersebut, tersangka TN (57) bertugas untuk mengambil hewan ternak jenis kambing milik warga di dalam kandang, sementara WS (47) mengawasi kondisi sekitar dan TM (57) membawa hewan ternak itu menggunakan kendaraan bermotor.
Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, tiga orang tersangka yang merupakan warga Kota Batu tersebut mengaku aksi pencurian itu dilakukan karena permasalahan ekonomi. Ketiga orang pelaku tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap. "Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku karena motif ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap," katanya.
Menurut pengakuan para tersangka, lanjutnya, mereka sudah dua kali melakukan aksi pencurian hewan ternak di wilayah Kota Batu tersebut. Sebelum melakukan aksinya, pelaku mempelajari area sekitar untuk memastikan keadaan benar-benar aman.
Ia menambahkan, barang bukti yang diamankan petugas diantaranya adalah tiga ekor kambing jenis gibas atau domba ekor gemuk (DEG). Selain itu juga diamankan satu unit kendaraan roda dua yang dipergunakan pelaku pada saat melakukan pencurian.
"Kerugian korban sebesar Rp6 juta. Mereka melakukan pencurian di dua tempat kejadian perkara dan berhasil mengambil empat ekor kambing. Namun, salah satu kambing mati karena dimasukkan ke dalam karung," ujarnya.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (*/antaranews.com) Editor : Fendy Hermansyah