alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, June 28, 2022
- Advertisement -spot_img
- Mobile -spot_img

TAG

limbah bulu ayam

Sanksi Pemda Diabaikan, Pabrik Pengolahan Bulu Ayam Membangkang

PT Braja Cakra Buntara (BCB), perusahaan pengolahan bulu ayam di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis kembali mengabaikan sanksi yang telah dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Bau busuk yang dikeluarkan perusahaan ini, juga masih sangat menyengat.

DLH Panggil Perusahaan Pengolahan Bulu Ayam

NYALI pemerintah menindak pabrik pengolahan bulu ayam menjadi tepung untuk pakan ternak di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tengah diuji. Selain belum menuntaskan sanksi administratif, hingga kini bau menyengat yang ditimbulkan kian pekat hingga menyasar pemukiman. ’’Belum ada perubahan, sampai sekarang, bau-nya masih tetap keluar,’’ ungkap Nurhuda, salah satu warga.

DLH Beri Deadline Dua Minggu

DLH Kabupaten memberikan deadline dua minggu kepada pabrik pengolahan bulu ayam di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, memenuhi sanksi yang dijatuhkan. Jika meleset, PT Braja Cakra Buntara (BCB) tersebut bakal dilaporkan ke DLH Provinsi untuk dijatuhi sanksi lebih berat.

Pabrik Akui Belum Penuhi Sanksi DLH

PROTES warga terhadap bau menyengat yang ditimbulkan pengolahan bulu ayam di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, membuat perusahaan bersuara. PT Braja Cakra Buntara (BCB) menyebut bau tak sedap yang keluar tak separah yang diungkapkan warga. Namun perusahaan mengakui jika belum memenuhi semua sanksi dari pemda.

Sanksi DLH Tak Digubris

NYALI Pemkab Mojokerto menindak pabrik pengolahan bulu ayam menjadi tepung untuk pakan ternak di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, diuji. Itu setelah seluruh rekomendasi dalam sanksi administratif yang dijatuhkan kepada PT Braja Cakra Buntara (BCB) itu tak digubris.

Warga Keluhkan Pabrik Bulu Ayam

PABRIK pengolahan bulu ayam menjadi tepung untuk pakan ternak di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, disoal warga. Aktivitas PT Braja Cakra Buntara (BCB) itu menimbulkan bau menyengat.

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
/