Pelatih Cabor Menembak Kabupaten Mojokerto Sahurun menjelaskan, meski 13 anak asuhnya dinilai siap berlaga di porprov September nanti, ada beberapa aspek yang masih perlu dibenahi. Khususnya pada 9 atlet nomor WRAB dan multi range. Pasalnya, kemampuan mereka dalam menembak saat cuaca berangin dinilai masih belum optimal. ”Masih ada yang perlu kami evaluasi. Terkadang mereka ragu atau tidak mempertimbangkan kondisi angin saat menembak. Jadi hasilnya meleset dari sasaran utama. Ini yang akan terus kami tingkatkan,” ungkapnya.
Menurutnya, cuaca berangin jadi tantangan sekaligus kendala tersendiri bagi para penembak di venue outdoor. Sehingga, lanjut Sahurun, para atlet mesti mempertimbangkan arah dan kecepatan angin yang bisa dilihat dari penanda angin di venue. Praktis, tim pelatih terus menggembleng sejumlah anak asuhnya tersebut dengan pelatihan teknik menembak. ”Kita terus perbaiki aspek teknik menembaknya. Sekaligus melihat score grafik masing-masing atletnya, apakah naik atau justru turun,” terang pria yang juga anggota Yonif Para Raider 503/MK Kostrad Mojosari itu.
Meski begitu, kata Sahurun, 13 penembak Kabupaten Mojokerto tersebut dinilai sudah layak berlaga di porprov. Utamanya, pada dua penembak multi range yang jadi nomor andalan. Menyusul, prestasinya di Porprov Jatim edisi ke-VII 2022 lalu, nomor multi ranger menyabet 1 medali emas dan 1 perunggu. Ditambah, edisi porprov tahun ini cabor menembak jadi tuan rumah.
Sejumlah persiapan maksimal pun terus dimatangkan Pengkab Perbakin untuk kembali mendulang prestasi di ajang multicabor tingkat provinsi tersebut. ”Secara umum, kemampuan mereka sudah bagus. Menurut saya pribadi, bahkan mereka layak naik podium nanti,” tukas Sahurun. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah