Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olahraga Ini Dilarang Pakai Sepatu

Y

 

Bola tangan
Bola tangan


Advertisement

BOLA tangan pantai merupakan olahraga bola tangan yang dimainkan di lapangan pantai berpasir. Hampir tak ada perbedaan yang mendasar antara keduanya kecuali jumlah pemain dan modifikasi tertentu dalam penilaian skor.

Bola tangan pantai yang juga dikenal dengan nama beach handball akan menjadi cabang olahraga eksibisi di PON 2024.

 Di Indonesia, bola tangan pantai masih terbilang baru. Setidaknya masih lebih baru dibanding cabor induknya, bola tangan yang dikenal sejak berdirinya Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) pada 2007.

Advertisement

Mengutip sejumlah sumber, bola tangan pantai memanglah olahraga modifikasi dari bola tangan alias handball.

 Apabila bola tangan dimainkan di lapangan berlantai keras baik indoor maupun outdoor layaknya futsal dan sepak bola, bola tangan pantai tentu dimainkan di pantai, sebagaimana namanya.

Pola permainan bola tangan pantai tak jauh berbeda dengan bola tangan indoor. Lapangan bola tangan pantai memiliki panjang 27 meter dan lebar 12 meter. Sementara itu, gawangnya berukuran 3x2 meter.

Advertisement

 Tim bola tangan pantai terdiri dari empat pemain termasuk penjaga gawang. Mereka bermain tanpa sepatu, karena penggunaan sepatu dilarang dalam permainan ini.

Tak ubahnya bola tangan, setiap gol dicatat satu poin. Namun demikian, ada kategori gol spektakuler dengan dua poin yakni ketika bola dicetak dengan gerakan memutar 360 derajat.

Selain itu, gol spektakuler juga bisa diciptakan oleh kiper dari posisinya. Bola tangan pantai dimainkan dalam tiga set dengan masing-masing set selama 10 menit.

 Mengutip europeangames.org, Italia menjadi tempat lahir olahraga bola tangan pantai. Aturan resminya dibuat pada 1994 oleh International Handball Federation (IHF) usai sebelumnya hanya dikenal sebagai permainan hiburan.

Bola tangan pantai kemudian berkembang sebagai olahraga resmi dan mulai dipertandingkan di Piala Dunia Olahraga Pantai (World Beach Games) sejak 2001. (adi/fen)

Advertisement
Editor : Hendra Junaedi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer