
BOLA TANGAN merupakan cabang olahraga yang belakangan mulai populer di banyak daerah.
Seperti namanya, olahraga mirip sepak bola dan futsal yang juga disebut handball ini dimainkan menggunakan tangan.
Tujuan permainan bola tangan adalah meraih skor sebanyak-banyaknya dengan memasukkan bola ke dalam gawang.
Bola tangan sering dianggap olahraga kombinasi sepak bola dan basket. Permainannya mirip sepak bola, tetapi menggunakan tangan tak ubahnya basket.
Dikutip dari laman Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), bola tangan dimainkan menggunakan kedua tangan untuk mengoper, melempar, dan memasukkan bola ke gawang.
Melansir berbagai sumber, pertandingan bola tangan melibatkan dua tim dengan jumlah pemain 7 orang di setiap regu termasuk 1 penjaga gawang. Ukuran lapangan bola tangan pada dasarnya mirip dengan futsal, yakni 40 x 20 meter.
Sementara itu, gawang bola tangan memiliki lebar 3 meter dengan tinggi 2 meter. Laga bola tangan umumnya dimainkan dengan durasi 2x20 menit untuk putra dan 2x15 menit untuk putri.
Adapun aturan main bola tangan, pemain hanya diperbolehkan menyentuh bola menggunakan tangan, kepala, badan, paha, dan lutut.
Yang membuatnya mirip dengan basket, bola harus dipantulkan ke lantai setelah tiga langkah dan setiap pemain hanya boleh menahan bola selama 3 detik. Batasan waktu ini juga berlaku bagi kiper.
Meski tak sepopuler olahraga bola lainnya, bola tangan memiliki sejarah panjang. Olahraga ini rupanya sudah ada sejak zaman Yunani kuno yang saat itu diberi nama urania.
Di Indonesia, olahraga ini disebut-sebut sudah dikenal sejak masa kolonial Belanda. Namun, bola tangan baru dikenal secara luas setelah dipertandingkan di PON II pada 1951.
Kendati demikian, Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) sebagai wadah cabor ini baru dibentuk 2007 silam. Setelah itu, bola tangan mulai berkembang di banyak daerah dan dipertandingkan dalam event regional. (adi/fen)
