
DUNIA olahraga tak lepas dari pengaruh perkembangan digital. Apabila dulu game online hanya sebuah hiburan, kini permainan itu menjadi cabang olahraga resmi yang diakui. Nama cabor tersebut adalah elektronik sport atau esport. Meski tetap menggunakan video game sebagai bidang kompetisi utama, olahraga ini hanya dimainkan oleh atlet profesional dan terlatih.
Ada banyak genre game yang masuk dalam cabor esport. Dari tembak-tembakan, strategi, pertarungan, hingga olahraga. Jenis game yang dipertandingkan dalam suatu event biasanya ditentukan penyelenggara dan tergantung skalanya. Seperti di Porprov VIII Jatim 2023 lalu, nomor pertandingan cabor esport meliputi efootball, mobile legends, PUBG mobile, dan free fire.
Ini untuk kedua kalinya esport dipertandingkan sejak menjadi cabor eksibisi di Porprov Jatim 2022. Hal serupa juga terjadi di ajang multievent nasional PON 2024 Aceh-Sumatera Utara ini. Esport akan menjadi cabor resmi setelah pada PON 2020 Papua berstatus eksibisi alias percobaan.
Dilansir dari berbagai sumber, terbentuknya cabor esport tak lepas dari pesatnya perkembangan industri gaming sejak awal abad ke-21. Setelah itu bermunculan komunitas gamers dan lahirlah beragam kompetisi di dunia.
Pada Agustus 2020, esport diakui sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia oleh Kemenpora dan KONI. Dengan demikian esport dapat dipertandingkan pada kompetisi resmi, seperti PON hingga porprov. Saat itu juga, Pengurus Besar (PB) Esport Indonesia (ESI) disetujui menjadi badan resmi pemerintah yang menaungi esport sebagai olahraga prestasi di bawah KONI.
Esport dinilai layak menjadi cabang olahraga, karena menggunakan tenaga manusia berupa kecepatan, ketangkasan dan strategi, sebagaimana olahraga umumnya. Selain itu, esport sudah banyak dipertandingkan dalam kompetisi internasional dan nasional, seperti Asian Games 2018 dan Sea Games 2019.
Sebagaimana cabor ”fisik” lainnya, atlet esport juga diseleksi secara profesional. Mereka menjalani latihan secara teratur dan mengikuti kompetisi. Meskipun tak ada tekanan dalam aspek kekuatan fisik, atlet esport dilatih agar meningkatkan skill dan mental bertanding. (adi/ris)
