alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

10 Pemain Berpotensi Dipertahankan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembubaran tim futsal putra pasca gagal ke babak utama Porprov, tak menghentikan ekspektasi Asosasi Futsal Kota (AFKOT) Mojokerto dalam menyiapkan komposisi tim lebih baik lagi. Bahkan, 10 pemain diproyeksikan AFKOT dipertahankan untuk persiapan menuju Porprov 2024 nanti.

Proyeksi tersebut tak lepas dari usia mereka yang masih muda, sehingga berpeluang memperkuat Kota Onde-Onde di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut di periode berikutnya. ’’Masih ada 10 pemain yang berpotensi memperkuat kembali di ajang Porprov 2024. Usianya mereka saat ini masih 19 tahun atau maksimal kelahiran 2003. Sehingga, dua tahun ke depan masih berkesempatan main di Porprov 2024,’’ terang Ketua Umum AFKOT Mojokerto, Cornelius Candra kemarin.

Tidak sekadar proyeksi, Candra juga mulai berancang-ancang menggelar persiapan tim Porprov kembali meski jangka waktunya masih dua tahun lagi. Bahkan proses penjaringan pemain dijadwalkan mulai Juli nanti atau pasca Porprov 2022 berjalan.

Baca Juga :  Empat Gol Tanpa Balas

Perjalanan panjang ini diakui Candra agar komposisi dan performa tim bisa dimaksimalkan. Sehingga, langkah menuju babak utama dan merebut medali Porprov berjalan mulus. ’’Rencananya bulan Juli 2022 nanti kami akan memulai kembali penjaringan pemain yang diproyeksikan untuk Porprov 2024. Lebih diprioritaskan pemain kelahiran tahun 2003-2005,’’ tambahnya.

Meski demikian, Candra mengaku rancangan tersebut masih harus menyesuaikan hasil evaluasi pasca pembubaran tim akibat kegagalan di praporprov pekan lalu. Di mana, minimnya jam tanding dan pengalaman menjadi faktor utama kekalahan.

Hal itu terlihat dari timpangnya kualitas permainan jika dibandingkan dengan tim peserta lain. ’’Fundamental futsal juga perlu banyak yang harus dibenahi mulai dari basic skill, knowledge, pemahaman penerapan taktik, dan kondisi fisik kebugaran. Jujur, semua itu murni karena minimnya pengalaman kami,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Praporprov, Benahi Sektor Pertahanan

Candra juga akan membenahi struktur pembinaan di semua lini. Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) futsal yang baru dimulai setahun terakhir. ’’Kegagalan kemarin cukup mengecewakan meski persiapan melalui pemusatan latihan sudah berjalan sejak Maret 2021,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, tim futsal porprov gagal menggenggam tiket lolos porprov setelah terpuruk di grup B babak kualifikasi. Empat kekalahan diderita anak asuh Rizal Afrianto dan M. Iksan ini.

Yakni saat melawan Lamongan dengan skor 3-7, melawan Sumenep dengan skor 2-5, meladeni tuan rumah Sidoarjo dengan skor 0-5. Dan terakhir melawan tim Pamekasan juga menderita kekalahan telak 1-6. Skuad putra hanya sukses menggapai tiga poin saat melawan Sampang dengan skor 4-1. (far/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembubaran tim futsal putra pasca gagal ke babak utama Porprov, tak menghentikan ekspektasi Asosasi Futsal Kota (AFKOT) Mojokerto dalam menyiapkan komposisi tim lebih baik lagi. Bahkan, 10 pemain diproyeksikan AFKOT dipertahankan untuk persiapan menuju Porprov 2024 nanti.

Proyeksi tersebut tak lepas dari usia mereka yang masih muda, sehingga berpeluang memperkuat Kota Onde-Onde di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut di periode berikutnya. ’’Masih ada 10 pemain yang berpotensi memperkuat kembali di ajang Porprov 2024. Usianya mereka saat ini masih 19 tahun atau maksimal kelahiran 2003. Sehingga, dua tahun ke depan masih berkesempatan main di Porprov 2024,’’ terang Ketua Umum AFKOT Mojokerto, Cornelius Candra kemarin.

Tidak sekadar proyeksi, Candra juga mulai berancang-ancang menggelar persiapan tim Porprov kembali meski jangka waktunya masih dua tahun lagi. Bahkan proses penjaringan pemain dijadwalkan mulai Juli nanti atau pasca Porprov 2022 berjalan.

Baca Juga :  Kejar Sisa Program Training Center

Perjalanan panjang ini diakui Candra agar komposisi dan performa tim bisa dimaksimalkan. Sehingga, langkah menuju babak utama dan merebut medali Porprov berjalan mulus. ’’Rencananya bulan Juli 2022 nanti kami akan memulai kembali penjaringan pemain yang diproyeksikan untuk Porprov 2024. Lebih diprioritaskan pemain kelahiran tahun 2003-2005,’’ tambahnya.

Meski demikian, Candra mengaku rancangan tersebut masih harus menyesuaikan hasil evaluasi pasca pembubaran tim akibat kegagalan di praporprov pekan lalu. Di mana, minimnya jam tanding dan pengalaman menjadi faktor utama kekalahan.

Hal itu terlihat dari timpangnya kualitas permainan jika dibandingkan dengan tim peserta lain. ’’Fundamental futsal juga perlu banyak yang harus dibenahi mulai dari basic skill, knowledge, pemahaman penerapan taktik, dan kondisi fisik kebugaran. Jujur, semua itu murni karena minimnya pengalaman kami,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Zulfa Lolos Babak Utama Porprov
- Advertisement -

Candra juga akan membenahi struktur pembinaan di semua lini. Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) futsal yang baru dimulai setahun terakhir. ’’Kegagalan kemarin cukup mengecewakan meski persiapan melalui pemusatan latihan sudah berjalan sejak Maret 2021,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, tim futsal porprov gagal menggenggam tiket lolos porprov setelah terpuruk di grup B babak kualifikasi. Empat kekalahan diderita anak asuh Rizal Afrianto dan M. Iksan ini.

Yakni saat melawan Lamongan dengan skor 3-7, melawan Sumenep dengan skor 2-5, meladeni tuan rumah Sidoarjo dengan skor 0-5. Dan terakhir melawan tim Pamekasan juga menderita kekalahan telak 1-6. Skuad putra hanya sukses menggapai tiga poin saat melawan Sampang dengan skor 4-1. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/