alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Hari Pertama PPDB SD/SMP lewat Jalur Zonasi, Pagu 22 Sekolah Langsung Penuh

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari pertama pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi dibanjiri pendaftar. Bahkan, kursi di sejumlah sekolah langsung terpenuhi sesuai pagu yang ditentukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di laman mojokertokota.siap-ppdb.com, hingga pukul 19.00 tadi malam, sudah ada empat SMP Negeri yang terpenuhi pagunya. Di antaranya, SMP Negeri 1, 2, 4, dan 9. Lima sekolah lainnya belum memenuhi pagu yang sudah ditentukan. ’’Meski sudah terpenuhi, tapi terus ada pergeseran berdasarkan jarak rumah pendaftar. Otomatis,’’ ujar Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa, kemarin. Adapun, dari pagu ini jarak paling dekat yakni dengan radius 63 meter.

Pada jenjang SD, dari total 47 sudah ada 18 lembaga yang sudah terpenuhi pagunya. Seleksi zonasi didasarkan melalui domisili siswa berdasarkan kelurahan. Lalu, pertimbangan prioritas didasarkan pada usia siswa. ’’Ini ada juga yang keterangannya domisili lintas kelurahan dalam kecamatan, lintas kecamatan dalam kota, bahkan juga ada yang lintas kota. Tentunya yang domisili lintas kota akan tergeser oleh siswa yang dalam kota,’’ bebernya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmi Tutup ASEAN Paragames XI

Putra menuturkan, persaingan pendaftar semakin ketat karena pagu sejumlah sekolah sudah mulai terpenuhi. Apabila calon siswa tersebut tidak lolos pada pilihan pertama jalur zonasi, maka otomatis tergeser ke sekolah pilihan mereka selanjutnya. ’’Kalau yang SMP kan sudah ada zonanya berdasarkan kecamatan, yang SD juga begitu berdasarkan kelurahan. Makanya, siswa kita wajibkan untuk memilih lembaga lebih dari satu,’’ bebernya.

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 jalur zonasi dibuka serentak di jenjang TK, SD, dan SMP negeri di Kota Mojokerto secara online dengan memperebutkan sebanyak 2.813 kursi. Pendaftaran ini bakal ditutup 1 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, mulai kemarin pukul 07.30, pendaftaran online jalur zonasi melalui mojokertokota.siap-ppdb.com dibuka bagi calon peserta didik baru. Dari kuota 2.813 kursi, sebanyak 1.420 kursi disediakan pada 9 SMP negeri atau minimal 65 persen dari total pagu per sekolah.

Pada jalur zonasi, persaingan mendapatkan bangku sekolah berdasarkan kedekatan jarak antara tempat tinggal dan sekolah tujuan. Dari 9 SMP negeri terbagi menjadi tiga wilayah zona berdasarkan 18 wilayah kelurahan. Di antaranya, zona 1 yang terdiri SMPN 1, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 9. Zona ini mencakup wilayah Kelurahan Wates, Kedundung, Gununggedangan, Meri, Balongsari, Jagalan, Sentanan, dan Miji Baru.

Baca Juga :  KONI Deadline 41 Cabor Setor Nama Atlet Proyeksi Porprov VIII

Berikutnya, zona 2 yang terdapat SMPN 2 dan SMPN 6. Dua lembaga tersebut memiliki cakupan wilayah Kelurahan Gedongan, Magersari, Purwotengah, Kauman, Mentikan, dan Pulorejo. Sedangkan zona 3 terdiri SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 8 yang membawahi wilayah Kelurahan Miji, Prajurit Kulon, Blooto, Kranggan, hingga Surodinawan.

Sedang, pendaftaran jalur zonasi jenjang SD negeri memiliki kuota minimal 80 persen. Dari 47 lembaga, kuotanya mencapai 1.274 kursi. Sementara itu, sebanyak 119 kursi di jenjang TK pembina negeri juga dibuka 100 persen di jalur zonasi. ’’Jalur zonasi ini memang untuk menjamin warga kota tertampung semua,’’ pungkas Amin.

Jalur zonasi merupakan tahap akhir dari PPDB Tahun Ajaran 2022/2023. Sebelumnya, Dinas P dan K Kota Mojokerto merampungkan pendaftaran jalur nonzonasi secara online pada 8-10 Juni. Hasilnya, 698 calon siswa baru resmi diterima pada jenjang SD dan SMP negeri. Mereka diterima dari jalur afirmasi, kelas olahraga, perpindahan tugas orang tua, prestasi akademik, dan inklusi. (oce/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari pertama pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi dibanjiri pendaftar. Bahkan, kursi di sejumlah sekolah langsung terpenuhi sesuai pagu yang ditentukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di laman mojokertokota.siap-ppdb.com, hingga pukul 19.00 tadi malam, sudah ada empat SMP Negeri yang terpenuhi pagunya. Di antaranya, SMP Negeri 1, 2, 4, dan 9. Lima sekolah lainnya belum memenuhi pagu yang sudah ditentukan. ’’Meski sudah terpenuhi, tapi terus ada pergeseran berdasarkan jarak rumah pendaftar. Otomatis,’’ ujar Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa, kemarin. Adapun, dari pagu ini jarak paling dekat yakni dengan radius 63 meter.

Pada jenjang SD, dari total 47 sudah ada 18 lembaga yang sudah terpenuhi pagunya. Seleksi zonasi didasarkan melalui domisili siswa berdasarkan kelurahan. Lalu, pertimbangan prioritas didasarkan pada usia siswa. ’’Ini ada juga yang keterangannya domisili lintas kelurahan dalam kecamatan, lintas kecamatan dalam kota, bahkan juga ada yang lintas kota. Tentunya yang domisili lintas kota akan tergeser oleh siswa yang dalam kota,’’ bebernya.

Baca Juga :  Sri Wati, S.Pd: Lingkungan Nyaman, Siswa Semangat Belajar

Putra menuturkan, persaingan pendaftar semakin ketat karena pagu sejumlah sekolah sudah mulai terpenuhi. Apabila calon siswa tersebut tidak lolos pada pilihan pertama jalur zonasi, maka otomatis tergeser ke sekolah pilihan mereka selanjutnya. ’’Kalau yang SMP kan sudah ada zonanya berdasarkan kecamatan, yang SD juga begitu berdasarkan kelurahan. Makanya, siswa kita wajibkan untuk memilih lembaga lebih dari satu,’’ bebernya.

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 jalur zonasi dibuka serentak di jenjang TK, SD, dan SMP negeri di Kota Mojokerto secara online dengan memperebutkan sebanyak 2.813 kursi. Pendaftaran ini bakal ditutup 1 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, mulai kemarin pukul 07.30, pendaftaran online jalur zonasi melalui mojokertokota.siap-ppdb.com dibuka bagi calon peserta didik baru. Dari kuota 2.813 kursi, sebanyak 1.420 kursi disediakan pada 9 SMP negeri atau minimal 65 persen dari total pagu per sekolah.

- Advertisement -

Pada jalur zonasi, persaingan mendapatkan bangku sekolah berdasarkan kedekatan jarak antara tempat tinggal dan sekolah tujuan. Dari 9 SMP negeri terbagi menjadi tiga wilayah zona berdasarkan 18 wilayah kelurahan. Di antaranya, zona 1 yang terdiri SMPN 1, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 9. Zona ini mencakup wilayah Kelurahan Wates, Kedundung, Gununggedangan, Meri, Balongsari, Jagalan, Sentanan, dan Miji Baru.

Baca Juga :  Hanya Diisi Perawatan Fisik

Berikutnya, zona 2 yang terdapat SMPN 2 dan SMPN 6. Dua lembaga tersebut memiliki cakupan wilayah Kelurahan Gedongan, Magersari, Purwotengah, Kauman, Mentikan, dan Pulorejo. Sedangkan zona 3 terdiri SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 8 yang membawahi wilayah Kelurahan Miji, Prajurit Kulon, Blooto, Kranggan, hingga Surodinawan.

Sedang, pendaftaran jalur zonasi jenjang SD negeri memiliki kuota minimal 80 persen. Dari 47 lembaga, kuotanya mencapai 1.274 kursi. Sementara itu, sebanyak 119 kursi di jenjang TK pembina negeri juga dibuka 100 persen di jalur zonasi. ’’Jalur zonasi ini memang untuk menjamin warga kota tertampung semua,’’ pungkas Amin.

Jalur zonasi merupakan tahap akhir dari PPDB Tahun Ajaran 2022/2023. Sebelumnya, Dinas P dan K Kota Mojokerto merampungkan pendaftaran jalur nonzonasi secara online pada 8-10 Juni. Hasilnya, 698 calon siswa baru resmi diterima pada jenjang SD dan SMP negeri. Mereka diterima dari jalur afirmasi, kelas olahraga, perpindahan tugas orang tua, prestasi akademik, dan inklusi. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/