alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Capaian Kontingen Kabupaten Mojokerto Didominasi Raihan Perunggu

SEMENTARA itu, kontingen Kabupaten Mojokerto juga tak henti-hentinya berjuang dalam merebut medali. Bahkan, 12 medali berhasil dikumpulkan para atlet setelah tiga hari berjuang di Porprov VII. Dan dari 12 medali itu, medali perunggu masih cukup mendominasi perolehan sementara, yakni 9 keping.

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto mengaku masih cukup optimistis adanya potensi penambahan medali emas lebih dari satu keping di sisa waktu lima hari jelang penutupan Porprov. Khususnya di cabor taekwondo dan wushu yang masih akan mempertandingkan sejumlah atlet andalannya di partai final.

’’Cabor yang potensi medali emas masih besok bertandingnya. Kami siapkan dulu atletnya agar tetap prima dan bisa sampai di partai puncak,’’ ujarnya. Suher tak mengelak, dominasi medali perunggu tak lepas dari banyaknya atlet yang kurang bisa mengendalikan kondisi fisiknya selama bertanding.

Baca Juga :  GOR dan Seni Mojopahit Kota Mojokerto Ditarget Rampung Akhir Tahun

Khususnya di cabor bela diri yang sejak awal energinya banyak diforsir. Sehingga saat turun di babak penentuan, mereka kurang bisa mengatur ritme permainan karena kehabisan energi. ’’Evaluasi terus kami berikan kepada cabor dan atlet agar mempersiapkan diri sejak dini. Sehingga saat bertanding, mereka sudah siap seratus persen,’’ tegasnya.

Hingga hari ketiga pasca Porprov dibuka, kontingen Kabupaten Mojokerto kini menempati posisi 22 klasemen sementara perolehan medali. Dengan raihan medali sebanyak sekeping emas, dua perak, dan 9 perunggu dengan total 17 poin. Medali emas berhasil dipecahkan pewushu putra, Joko Sampurno yang turun di nomor sanda kelas 65 kilogram (kg).

Sementara medali perak, direbut cabor biliar di nomor 10 ball double putri dan judo perorangan putri di kelas +78 kg. Sedangkan perunggu, masing-masing diraih cabor judo lima keping, gulat dua keping, catur satu keping, dan dancesport satu keping. Dengan 12 medali itu, peringkat Kabupaten Mojokerto sedikit lagi tercapai dari target yang dibebankan, yakni di 20 besar.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Siapkan Tiga Lifter Penerus

Hanya saja, capaian itu dinilai Suher masih sangat fluktuatif. Sehingga butuh perjuangan lebih keras dari beberapa cabor andalan yang akan bertanding mulai hari ini hingga Minggu (3/7) nanti. ’’Yang masih belum tanding di final ada cabor taekwondo, kick boxing, dan cabor beregu seperti bola tangan serta hoki,’’ pungkasnya. (far/ron)

SEMENTARA itu, kontingen Kabupaten Mojokerto juga tak henti-hentinya berjuang dalam merebut medali. Bahkan, 12 medali berhasil dikumpulkan para atlet setelah tiga hari berjuang di Porprov VII. Dan dari 12 medali itu, medali perunggu masih cukup mendominasi perolehan sementara, yakni 9 keping.

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto mengaku masih cukup optimistis adanya potensi penambahan medali emas lebih dari satu keping di sisa waktu lima hari jelang penutupan Porprov. Khususnya di cabor taekwondo dan wushu yang masih akan mempertandingkan sejumlah atlet andalannya di partai final.

’’Cabor yang potensi medali emas masih besok bertandingnya. Kami siapkan dulu atletnya agar tetap prima dan bisa sampai di partai puncak,’’ ujarnya. Suher tak mengelak, dominasi medali perunggu tak lepas dari banyaknya atlet yang kurang bisa mengendalikan kondisi fisiknya selama bertanding.

Baca Juga :  Bawaslu Kota Mojokerto Endus Potensi Nama Ganda

Khususnya di cabor bela diri yang sejak awal energinya banyak diforsir. Sehingga saat turun di babak penentuan, mereka kurang bisa mengatur ritme permainan karena kehabisan energi. ’’Evaluasi terus kami berikan kepada cabor dan atlet agar mempersiapkan diri sejak dini. Sehingga saat bertanding, mereka sudah siap seratus persen,’’ tegasnya.

Hingga hari ketiga pasca Porprov dibuka, kontingen Kabupaten Mojokerto kini menempati posisi 22 klasemen sementara perolehan medali. Dengan raihan medali sebanyak sekeping emas, dua perak, dan 9 perunggu dengan total 17 poin. Medali emas berhasil dipecahkan pewushu putra, Joko Sampurno yang turun di nomor sanda kelas 65 kilogram (kg).

Sementara medali perak, direbut cabor biliar di nomor 10 ball double putri dan judo perorangan putri di kelas +78 kg. Sedangkan perunggu, masing-masing diraih cabor judo lima keping, gulat dua keping, catur satu keping, dan dancesport satu keping. Dengan 12 medali itu, peringkat Kabupaten Mojokerto sedikit lagi tercapai dari target yang dibebankan, yakni di 20 besar.

Baca Juga :  Job Fair Kota Mojokerto Dijubeli Ribuan Pencari Kerja
- Advertisement -

Hanya saja, capaian itu dinilai Suher masih sangat fluktuatif. Sehingga butuh perjuangan lebih keras dari beberapa cabor andalan yang akan bertanding mulai hari ini hingga Minggu (3/7) nanti. ’’Yang masih belum tanding di final ada cabor taekwondo, kick boxing, dan cabor beregu seperti bola tangan serta hoki,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/