Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sportainment
icon featured
Sportainment

Syarat Ketat Jadi Kendala

Peserta Piala Soeratin U-13 dan U-15

26 Oktober 2021, 11: 25: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Syarat Ketat Jadi Kendala

REGENERASI: Pemain hasil pembinaan SSB terafiliasi saat mengikuti turnamen usia dini yang digelar Askab PSSI Mojokerto tahun 2018 lalu. (wahyu for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah tim peserta yang mengikuti turnamen Piala Soeratin 2021 November nanti, sangat minim. Ketatnya syarat kompetisi dinilai menjadi biang ketidakmampuan klub dan SSB dalam mengikuti turnamen tahunan khusus pemain remaja tersebut.

Sekretaris Askab PSSI Mojokerto, Alfiyah Berliyana mengatakan, dari hasil sosialisasi sementara, baru 20 tim yang menyatakan siap ambil bagian. Mereka terdiri dari 8 tim di kategori usia dibawah 13 tahun atau U-13 dan 12 tim di kategori U-15.

Ke-20 tim berasal dari sejumlah SSB dan klub resmi yang eksis mengembangkan pembinaan pemain usia dini hingga remaja. Namun dari jumlah tersebut, Alfiyah mengaku kurang sebanding dengan total keseluruhan klub dan SSB anggota internal Askab PSSI. Yang berjumlah 50 tim atau hanya sekitar 40 persen yang bersedia ikut andil mengorbitkan pemainnya.

Baca juga: Beri Tantangan lewat Trofeo

’’Wacana sampai hari ini hanya ada 8 tim di U-13 dan 12 tim di U-15. Beberapa klub dan SSB memang kesulitan melengkapi syarat pemain, khususnya di kategori U-13,’’ terangnya.

Alfiyah tak memungkiri, batasan usia yang cukup singkat menjadi alasan sejumlah SSB dan klub tidak mampu mendapatkan pemain yang siap diturunkan. Ketentuan ini tidak bisa dimaklumi PSSI mengingat batasan usia menjadi acuan utama dalam menghindari kecurangan. Sehingga butuh pengetatan agar pembinaan pemain berjalan efektif.

Tak hanya itu. Menipisnya finansial klub selama pandemi Covid-19 juga dinilai menjadi faktor minimnya peserta. Di mana, klub dan SSB dituntut mampu membiayai sendiri timnya tanpa subsidi dari Askab PSSI selama kompetisi berjalan. Kondisi ini yang dipandang cukup memberatkan klub selama mereka mengikuti turnamen tahunan tersebut.

’’Yang U-13 dibatasi maksimal kelahiran 1 Januari-31 Desember 2008. Nah, kebanyakan klub dan SSB tidak memiliki pemain di usia itu. Kami juga menggelar kompetisi ini dengan biaya mandiri karena memang tidak ada support dari anggaran tahunan maupun sponsor. Makanya, tim peserta juga biaya sendiri mulai pendaftaran sampai berjalannya pertandingan,’’ tandasnya.

Piala Soeratin rencananya digelar mulai pertengahan November mendatang. Ajang ini sempat terhenti di tahun 2019 hingga 2020 akibat reformasi PSSI dan pandemi Covid-19. Pemenang di setiap kategori di tingkat daerah nantinya akan dikirim ke tingkat provinsi hingga nasional jika mampu memenangi setiap laga. (far/ron)

(mj/far/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia