alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Cabor Beregu Kabupaten Mojokerto Wajib Kantongi Medali

Target KONI Kabupaten di Porprov VII
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Prioritas khusus diberikan KONI Kabupaten Mojokerto terhadap tiga cabor beregu yang diberangkatkan ke Porprov VII. Tidak sekedar tampil, ketiga cabor juga ditekankan mampu memperolah medali selama eksis di ajang olahraga multievent level provinsi tersebut.

Utamanya dua cabor yang sedang berjuang merebut puncak teratas kejuaraan, yakni hoki dan bola tangan. Penekanan ini sebagai langkah efektifitas KONI dalam merealisasikan kenaikan prestasi di peringkat 20 besar klasemen akhir Porprov VII.

’’Kami bebankan target tersendiri bagi cabor beregu. Karena tiga cabor itu yang cukup banyak atlet dan offisialnya,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto, kemarin. Suher tak menampik, penekanan khusus ini tak lepas dari biaya tinggi yang dikeluarkan selama ketiga cabor eksis di Porprov.

Baca Juga :  Jangan Terlewat! Tiket Motorcross Grand Prix Indonesia Samota Mulai Diborong

Di mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga pasca porprov yang diikuti lebih dari 20 atlet. Bahkan, kebutuhan ketiga cabor diakui Suher cukup banyak menguras anggarannya, yakni mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga harus bisa dipertanggungjawabkan dengan perolehan medali.

’’Biaya latihan, pemenuhan sarana dan prasarana sampai nutrisi yang paling besar dikeluarkan. Belum lagi ketambahan akomodasi dan transportasi yang juga berbanding terbalik dengan cabor perorangan,’’ ujarnya. Sejatinya, sejak awal KONI tidak terlalu mengandalkan cabor beregu sebagai penyumbang medali.

Bahkan, beberapa cabor beregu lain seperti basket, voli, dan futsal harus tumbang lebih dulu sebelum mampu berlaga di babak utama Porprov. Ketiganya sudah gagal sejak bertarung di babak play off atau praporprov yang berjalan cukup ketat. ’’Beberapa sudah tidak mampu bersaing di level provinsi karena memang persaingannya sangat ketat,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Mojokerto Butuh Lima Pegulat Baru

Nah, atas dasar inilah, kedepan KONI menegaskan kepada cabor beregu agar bisa menyiapkan pemain atau atletnya jauh hari sebelum porprov bergulir. Sehingga kualitasnya bisa diukur berdasarkan tingkat persaingan di level Jatim. Tentunya juga didukung dengan pola pembinaan yang terstruktur, baik dari segi pola latihan hingga kompetisi.

Di babak utama Porprov ini, KONI memberangkatkan tiga cabor beregu yang lolos dan layak berjuang di level teratas, yakni sepak bola, hoki dan bola tangan. Namun sepak bola harus tumbang lebih dulu setelah tiga kali menelan kekalahan di babak penyisihan grup D. Sehingga menyisakan bola tangan dan hoki yang baru memulai pertandingan kemarin. ’’Sepak bola sudah pupus kesempatannya lolos. Tinggal hoki putra dan putri serta bola tangan putra dan putri’’ pungkasnya. (far/fen)

Target KONI Kabupaten di Porprov VII
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Prioritas khusus diberikan KONI Kabupaten Mojokerto terhadap tiga cabor beregu yang diberangkatkan ke Porprov VII. Tidak sekedar tampil, ketiga cabor juga ditekankan mampu memperolah medali selama eksis di ajang olahraga multievent level provinsi tersebut.

Utamanya dua cabor yang sedang berjuang merebut puncak teratas kejuaraan, yakni hoki dan bola tangan. Penekanan ini sebagai langkah efektifitas KONI dalam merealisasikan kenaikan prestasi di peringkat 20 besar klasemen akhir Porprov VII.

’’Kami bebankan target tersendiri bagi cabor beregu. Karena tiga cabor itu yang cukup banyak atlet dan offisialnya,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto, kemarin. Suher tak menampik, penekanan khusus ini tak lepas dari biaya tinggi yang dikeluarkan selama ketiga cabor eksis di Porprov.

Baca Juga :  Impian Tim Putri Terkubur Gagal Melaju ke Perempat Final Porprov VII

Di mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga pasca porprov yang diikuti lebih dari 20 atlet. Bahkan, kebutuhan ketiga cabor diakui Suher cukup banyak menguras anggarannya, yakni mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga harus bisa dipertanggungjawabkan dengan perolehan medali.

’’Biaya latihan, pemenuhan sarana dan prasarana sampai nutrisi yang paling besar dikeluarkan. Belum lagi ketambahan akomodasi dan transportasi yang juga berbanding terbalik dengan cabor perorangan,’’ ujarnya. Sejatinya, sejak awal KONI tidak terlalu mengandalkan cabor beregu sebagai penyumbang medali.

Bahkan, beberapa cabor beregu lain seperti basket, voli, dan futsal harus tumbang lebih dulu sebelum mampu berlaga di babak utama Porprov. Ketiganya sudah gagal sejak bertarung di babak play off atau praporprov yang berjalan cukup ketat. ’’Beberapa sudah tidak mampu bersaing di level provinsi karena memang persaingannya sangat ketat,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pengamat Sebut Capres dari Kalangan Militer Masih Ideal
- Advertisement -

Nah, atas dasar inilah, kedepan KONI menegaskan kepada cabor beregu agar bisa menyiapkan pemain atau atletnya jauh hari sebelum porprov bergulir. Sehingga kualitasnya bisa diukur berdasarkan tingkat persaingan di level Jatim. Tentunya juga didukung dengan pola pembinaan yang terstruktur, baik dari segi pola latihan hingga kompetisi.

Di babak utama Porprov ini, KONI memberangkatkan tiga cabor beregu yang lolos dan layak berjuang di level teratas, yakni sepak bola, hoki dan bola tangan. Namun sepak bola harus tumbang lebih dulu setelah tiga kali menelan kekalahan di babak penyisihan grup D. Sehingga menyisakan bola tangan dan hoki yang baru memulai pertandingan kemarin. ’’Sepak bola sudah pupus kesempatannya lolos. Tinggal hoki putra dan putri serta bola tangan putra dan putri’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/