alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Atlet Gantole Sumbang Tiga Medali

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski pesta olahraga tingkat provinsi (porprov) baru dibuka, sejumlah atlet sudah mengharumkan nama Kota Mojokerto. Kali ini, cabor gantole mampu menyumbangkan masing-masing sekeping medali mulai dari emas, perak dan perunggu.

Nasta’in, atlet asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari sukses terbang dan mendarat dengan baik di Bandara Notohadinegoro, Jember dengan meraih nilai tertinggi di tiga nomor dan kelas yang diikuti.

Meski hanya sekedar partai eksebisi, namun kualitas skill pria 30 tahun cukup disegani lawan. Bahkan, Nastain menjadi satu-satunya atlet yang tampil sendirian mewakili daerahnya di ajang olahraga dua tahunan tersebut. Meski seorang diri, namun pedagang tempe ini mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik di level provinsi Jatim.

Baca Juga :  Surati Pengprov Sepuluh Cabor Tanda Kesiapan Venue Porprov Tahun Depan

’’Ya, gantole masih kategori cabor eksebisi meskipun diikuti 12 daerah di Jatim. Dan mampu Nastain membuktikan sebagai yang terbaik diantara atlet dari daerah lain,’’ ujar Ketua Umum KONI Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo kemarin. Bakat Nastain sendiri diakui Santoso baru ditemukan Pengprov FASI Jatim sesaat setelah lulus SMK, 8 tahun silam.

Ia langsung bergabung di program pelatihan Pengprov FASI untuk beberapa ajang, mulai dari kejurnas hingga pekan olahraga nasional (PON). Nah, disinilah bakat Nastain terasah. Bahkan, ketika turun di PON Papua tahun lalu, pria 30 tahun ini mampu menyumbangkan medali perak bagi Jatim, yakni saat turun di nomor dan kelas Lintas Alam perorangan A.

’’Kalau di PON kemarin dia hanya mampu menyumbang emas, di bawah seniornya asal Jatim yang mendapat medali emas,’’ tegasnya. Nah, di Porprov kali ini, Gantole baru pertama kali dipertandingan. Diikuti 12 perwakilan daerah se-Jatim, gantole diisi pilot-pilot kelas pemula. Sehingga gantole masih tergolong cabor eksebisi atau uji coba sebelum resmi dipertandingkan di Porprov VIII.

Baca Juga :  Kerja Sama PTPN X-Kejati Jatim, Bupati Harap Bisa Serap Tenaga Kerja

Meski mampu merebut medali, namun raihan Nastain itu tidak bisa masuk dalam list klasemen perolehan medali. Sehingga tidak mempengaruhi posisi kontingen Kota Mojokerto di klasemen. Tiga medali itu direbut di kategori lama terbang perorangan kelas A dengan medali emas. Lalu kelas Sambar Pita perorangan kelas A meraih perak. Dan terakhir kategori lintas alam perorangan kelas A dengan raihan perunggu. (far/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski pesta olahraga tingkat provinsi (porprov) baru dibuka, sejumlah atlet sudah mengharumkan nama Kota Mojokerto. Kali ini, cabor gantole mampu menyumbangkan masing-masing sekeping medali mulai dari emas, perak dan perunggu.

Nasta’in, atlet asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari sukses terbang dan mendarat dengan baik di Bandara Notohadinegoro, Jember dengan meraih nilai tertinggi di tiga nomor dan kelas yang diikuti.

Meski hanya sekedar partai eksebisi, namun kualitas skill pria 30 tahun cukup disegani lawan. Bahkan, Nastain menjadi satu-satunya atlet yang tampil sendirian mewakili daerahnya di ajang olahraga dua tahunan tersebut. Meski seorang diri, namun pedagang tempe ini mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik di level provinsi Jatim.

Baca Juga :  Dua Pesilat Paling Konsisten

’’Ya, gantole masih kategori cabor eksebisi meskipun diikuti 12 daerah di Jatim. Dan mampu Nastain membuktikan sebagai yang terbaik diantara atlet dari daerah lain,’’ ujar Ketua Umum KONI Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo kemarin. Bakat Nastain sendiri diakui Santoso baru ditemukan Pengprov FASI Jatim sesaat setelah lulus SMK, 8 tahun silam.

Ia langsung bergabung di program pelatihan Pengprov FASI untuk beberapa ajang, mulai dari kejurnas hingga pekan olahraga nasional (PON). Nah, disinilah bakat Nastain terasah. Bahkan, ketika turun di PON Papua tahun lalu, pria 30 tahun ini mampu menyumbangkan medali perak bagi Jatim, yakni saat turun di nomor dan kelas Lintas Alam perorangan A.

’’Kalau di PON kemarin dia hanya mampu menyumbang emas, di bawah seniornya asal Jatim yang mendapat medali emas,’’ tegasnya. Nah, di Porprov kali ini, Gantole baru pertama kali dipertandingan. Diikuti 12 perwakilan daerah se-Jatim, gantole diisi pilot-pilot kelas pemula. Sehingga gantole masih tergolong cabor eksebisi atau uji coba sebelum resmi dipertandingkan di Porprov VIII.

Baca Juga :  Lolos Piala Asia, Timnas Indonesia Langsung Diguyur Bonus Rp 2 Miliar
- Advertisement -

Meski mampu merebut medali, namun raihan Nastain itu tidak bisa masuk dalam list klasemen perolehan medali. Sehingga tidak mempengaruhi posisi kontingen Kota Mojokerto di klasemen. Tiga medali itu direbut di kategori lama terbang perorangan kelas A dengan medali emas. Lalu kelas Sambar Pita perorangan kelas A meraih perak. Dan terakhir kategori lintas alam perorangan kelas A dengan raihan perunggu. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/