alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Gagal, Tetap Dipertahankan

Skuad Tim Porprov Kota
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gagal lolos di babak praporprov, tak menyurutkan hasrat Askot PSSI Mojokerto dalam mempertahankan skuad tim. 20 pemain asuhan Komariyono ini tak lantas dibubarkan. Liga 3 hingga kejuaraan U-17 pertengahan tahun nanti menjadi ajang yang siap dijajaki 20 pemain muda dalam menunjukkan kapasitasnya.

’’Kami evaluasi dulu. Yang jelas skuad yang ada saat ini masih kami pertahankan karena potensi para pemain masih bisa dikembangkan,’’ ujar Ketua Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto kemarin.

Namun, pria yang akrab disapa Ook ini mengaku belum mengaktifkan kembali latihan. Pasca gagal di praporprov 13 Mei lalu, training center (TC) diliburkan untuk sementara waktu.

Libur ini untuk memberikan kesempatan bagi pemain untuk konsentrasi pada studi mereka. Mengingat, 80 persen komposisi pemain masih berusia di bawah 17 tahun atau usia sekolah tingkat SMA/SMK.

Baca Juga :  Dituntut Bentuk Tim Putri

Yang mana, selama Mei-Juni ini mereka disibukkan dengan ujian sekolah, sehingga perlu diberi waktu untuk belajar. ’’Sebagian besar masih ujian kelulusan. Kami berikan mereka peluang untuk belajar dulu,’’ tandasnya.

Pasca Juni nanti, dimungkinkan 20 pemain akan kembali dipanggil untuk menjalani latihan. Tujuannya, tak lain untuk persiapan menyongsong kejuaraan yang akan digelar mulai Juli hingga Desember nanti. Ada dua ajang yang siap dijalani anak asuh Komariyono ini, yakni Piala Soeratin U-18 dan juga Liga 3 musim 2022. Khusus untuk Liga 3, Askot PSSI siap mewadahi mereka dalam satu tim di Persem Mojokerto.

’’Nanti mereka bisa masuk di Persem. Sementara ini, kami sedang urus legalitas Persem agar bisa diisi dan diikuti para pemain hasil pembinaan klub lokal Mojokerto,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Butuh Jajal Tim Luar Mojokerto

Ook melanjutkan, selain faktor usia yang masih belia, potensi mereka dipertahankan juga tak lepas dari domisilinya yang asli warga Kota Mojokerto. Artinya, keberadaan mereka sudah sangat mewakili karakter permainan tim kota onde-onde.

Sehingga, cukup layak untuk mengisi ruang kosong tim untuk berlaga di kompetisi level provinsi hingga nasional nanti. ’’Mereka semua adalah warga Kota Mojokerto dan produk hasil pembinaan klub internal Kota Mojokerto. Kami apresiasi mereka bisa kerja keras di praporprov meski dinyatakan tidak lolos,’’ pungkasnya. (far/ron)

Skuad Tim Porprov Kota
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gagal lolos di babak praporprov, tak menyurutkan hasrat Askot PSSI Mojokerto dalam mempertahankan skuad tim. 20 pemain asuhan Komariyono ini tak lantas dibubarkan. Liga 3 hingga kejuaraan U-17 pertengahan tahun nanti menjadi ajang yang siap dijajaki 20 pemain muda dalam menunjukkan kapasitasnya.

’’Kami evaluasi dulu. Yang jelas skuad yang ada saat ini masih kami pertahankan karena potensi para pemain masih bisa dikembangkan,’’ ujar Ketua Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto kemarin.

Namun, pria yang akrab disapa Ook ini mengaku belum mengaktifkan kembali latihan. Pasca gagal di praporprov 13 Mei lalu, training center (TC) diliburkan untuk sementara waktu.

Libur ini untuk memberikan kesempatan bagi pemain untuk konsentrasi pada studi mereka. Mengingat, 80 persen komposisi pemain masih berusia di bawah 17 tahun atau usia sekolah tingkat SMA/SMK.

Baca Juga :  Haus Sparing, Cari Tim Lokal

Yang mana, selama Mei-Juni ini mereka disibukkan dengan ujian sekolah, sehingga perlu diberi waktu untuk belajar. ’’Sebagian besar masih ujian kelulusan. Kami berikan mereka peluang untuk belajar dulu,’’ tandasnya.

Pasca Juni nanti, dimungkinkan 20 pemain akan kembali dipanggil untuk menjalani latihan. Tujuannya, tak lain untuk persiapan menyongsong kejuaraan yang akan digelar mulai Juli hingga Desember nanti. Ada dua ajang yang siap dijalani anak asuh Komariyono ini, yakni Piala Soeratin U-18 dan juga Liga 3 musim 2022. Khusus untuk Liga 3, Askot PSSI siap mewadahi mereka dalam satu tim di Persem Mojokerto.

- Advertisement -

’’Nanti mereka bisa masuk di Persem. Sementara ini, kami sedang urus legalitas Persem agar bisa diisi dan diikuti para pemain hasil pembinaan klub lokal Mojokerto,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Investor Persem Masih Buram

Ook melanjutkan, selain faktor usia yang masih belia, potensi mereka dipertahankan juga tak lepas dari domisilinya yang asli warga Kota Mojokerto. Artinya, keberadaan mereka sudah sangat mewakili karakter permainan tim kota onde-onde.

Sehingga, cukup layak untuk mengisi ruang kosong tim untuk berlaga di kompetisi level provinsi hingga nasional nanti. ’’Mereka semua adalah warga Kota Mojokerto dan produk hasil pembinaan klub internal Kota Mojokerto. Kami apresiasi mereka bisa kerja keras di praporprov meski dinyatakan tidak lolos,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/