25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Jaga Gengsi Ajang Porprov, KONI Kota Mojokerto Bakal Usung 400 Atlet

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – KONI Kota Mojokerto memberi kesempatan cabor bergerilya atlet potensial dari daerah lain agar dimutasi sebagai warga kota. Bahkan, KONI siap menampung ratusan atlet dan ofisial tersebut sebagai kontingen Kota Onde-Onde. Bahkan, peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat kuota kontingen dari Porprov VII kemarin sudah diprediksi berdasarkan ploting anggaran yang diberikan.

’’Kalau Porprov VII kemarin jumlah kontingen 189 orang dengan 142 adalah atlet, maka tahun depan kami memprediksi bisa sampai 400-an atlet lebih. Karena kami tuan rumah, jadi ada upaya menurunkan atlet sebanyak mungkin agar gengsi dan nama daerah ikut meningkat,’’ ujar Ketua Umum KONI Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo.

Jumlah tersebut dinilai Santoso masih rasional dan wajar. Lazimnya tuan rumah, kenaikan jumlah atlet dan ofisial dibutuhkan agar prestasinya turut terkerek. Sehingga nama dan gengsi tuan rumah setara dengan fasilitas dan layanan yang disediakan. Nah, upaya ini yang terus diperjuangkan KONI agar di Porprov VIII tahun depan prestasinya naik signifikan, dari dua Porprov sebelumnya yang kerap berada di peringkat 35 besar.

Baca Juga :  Allegri Pastikan Juventus Siap Berikan Permainan Terbaik Hadapi PSG

’’Kalau di Porprov VII kemarin kami ada di peringkat 34 klasemen perolehan medali, tahun depan harus bisa tembus di 20 besar. Maka dari itu, kebutuhan atlet lebih banyak harus bisa direalisasikan agar persaingan dan peluang merebut medali juga lebih terbuka,’’ tandasnya. KONI sendiri memperpanjang waktu pembentukan kontingen Porprov VIII. Dari yang sebelumnya di deadline 7 November, menjadi 15 Desember nanti.

Perpanjangan ini untuk memberikan kesempatan bagi 9 cabor mencari dan menyeleksi atlet terbaik yang akan diturunkan di ajang olahraga multievent tingkat provinsi Jatim nanti. Termasuk gerilya atlet potensial dari luar daerah yang siap membela Kota Onde-Onde. Saat ini, KONI baru mendapat data atlet dari 23 cabor yang sudah menyetorkan. 7 cabor beregu diidentifikasi masih belum menyetorkan.

Baca Juga :  Polri Periksa Putri Candrawathi pada Jumat di Bareskrim

Seperti sepak bola, futsal, dayung, basket, bola tangan, hingga drumband. Beberapa faktor menjadi penyebab keterlambatan pendataan, salah satunya penggunaan sistem seleksi berjalan. Sehingga memakan waktu yang sangat panjang. Model seleksi kerap dipilih demi bisa mendapatkan atlet yang benar-benar berkualitas. Sehingga potensi merebut banyak medali terbuka lebar. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/