25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Askot PSSI Mojokerto Fokus Regenerasi Pelatih

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kongres tahunan Askot PSSI Mojokerto, Minggu (20/11), tidak sekadar mencetuskan lanjutan program pembinaan pemain usia dini lewat kompetisi reguler. Pembentukan tim tangguh dan regenerasi pelatih dan perangkat pertandingan yang profesional juga penting dalam menunjang pembinaan pemain yang berkualitas di tahun-tahun yang akan datang.

Dua hal ini yang akan dijadikan fokus Askot PSSI demi mengibarkan eksistensi sepak bola di Kota Mojokerto di level Jatim hingga nasional. Ketua Umum Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengatakan, pembentukan tim Porprov wajib digeber dengan serius. Meski sampai saat ini komposisi belum lengkap, namun Askot PSSI sudah menginstruksikan tim seleksi agar terus mengembangkan kompetensi tim.

Sehingga, saat turun di pertandingan Porprov tahun depan, prestasinya semakin terlihat. Bahkan, Askot PSSI tidak menutup peluang manajemen dalam mencari pemain dari luar daerah atau mutasi. Cara ini agar kekuatan dan daya gedor tim semakin komplet dan terasa.

Baca Juga :  Persem Masih Kebingungan Finansial

’’Persiapan tim di Porprov harus menjadi fokus karena konsekuensi dari Kota Mojokerto sebagai tuan rumah, jadi harus bisa mempertontonkan permainan dan prestasi yang terbaik. Saat ini kerangka tim mulai terbentuk, tapi seleksi berjalan tetap diaktifkan agar persaingan antarpemain bisa lebih kompetitif lagi,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, untuk membantu peningkatan kualitas kompetisi dan persiapan tim porprov, Askot PSSI juga wajib meng-upgrade SDM pelaku sepak bola itu sendiri. Termasuk pelatih dan perangkat pertandingan mulai dari wasit, asisten wasit, hingga pengawas pertandingan (PP). Bahkan, tiga pelatih telah dikirim Askot PSSI mengikuti kursus pelatih dengan lisensi C nasional, akhir pekan lalu. Tiga pelatih tersebut juga digadang-gadang sebagai juru racik tim Porprov jika dipandang mumpuni.

Baca Juga :  Kabag Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Jombang Meninggal di Mobil Dinas

’’Kami juga diminta mengirim dan menyediakan kuota untuk pelatih dan wasit agar mengikuti kursus serta pelatihan peningkatan lisensi. Tiga pelatih sudah lolos dan dalam waktu dekat bakal ditentukan nasibnya,’’ ujarnya. Meski demikian, Askot PSSI juga tidak melupakan proses regenerasi pemain. Di mana, kompetisi berjenjang mulai usia 8 tahun (KU-8), 10 tahun (KU-10), 13 tahun (KU-13) dan 15 tahun (KU-15) wajib diputar setiap tahun. Tambahan tim dan klub juga wajib dilakukan agar persaingan semakin sengit sehingga memacu kualitas skill pemain. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/