Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sportainment
icon featured
Sportainment

Atlet Terkaya di Indonesia

24 November 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Atlet Terkaya di Indonesia

SERIUS: Bambang Hartono ketika tampil dalam sebuah kejuaraan beberapa waktu lalu. (dok istimewa/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

BANYAK orang menganggap menjadi atlet adalah profesi yang tidak menjanjikan, khususnya di Indonesia. Padahal, pemerintah sudah berupaya menghargai para atlet, khusus peraih medali dengan bonus hingga miliaran rupiah.

Dihimpun dari berbagai sumber, tercatat tiga nama atlet dengan kekayaan tertinggi di Indonesia. Bahkan sumber penghasilan mereka tidak hanya dari bonus dan gaji, tapi juga bisnis yang dimiliki. Sebut saja Petinju tanah air yang pernah menjadi juara dunia, Chris John. Ia sempat dinobatkan sebagai atlet terkaya tahun 2018 lalu. Pria asal Banjarnegara itu disebut memiliki kekayaan bersih sebesar USD15 juta atau sekitar Rp 218 miliar.

Saat ini dia sudah gantung sarung tinju dan menduduki posisi waketum IV Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Media dan Humas KONI. Chris John juga mendirikan PT Chris John Indonesia yang menjadi promotor tinju profesional.

Baca juga: Venue Biliar Tak Kantongi SLO

Salah satu atlet terkaya di Indonesia lainnya adalah Taufik Hidayat yang yang cemerlang lewat prestasi bulu tangkis. Kekayaannya ditaksir mencapai US$11 juta per 2018 lalu. Setelah pensiun dari dunia yang membesarkan namanya, Taufik mendirikan pusat olahraga yang fokus mencari generasi muda di bidang bulutangkis. Pusat olahraga yang dinamakan Taufik Hidayat Area (THA) itu berada di wilayah Jakarta Timur dengan luas lahan 6.600 meter persegi dan berkelas internasional.

Terakhir adalah adalah Michael Bambang Hartono, atlet bridge tanah air yang berhasil memboyong medali perunggu pada Asian Games 2018 lalu. Nama Michael Bambang Hartono memang tak asing. Ia adalah pemilik Grup Djarum dan masuk sebagai orang terkaya di Indonesia. Dilansir dari Real Time Billionaires, kekayaan Michael saat ini mencapai USD17,8 miliar atau sekitar Rp 258,10 triliun.

Lewat Grup Djarum, dia bersama saudaranya, Robert Budi Hartono menjalankan berbagai bisnis mulai dari perbankan, produsen rokok, properti, elektronik, dan sejumlah bisnis lainnya. Bambang Hartono mengenal bridge sejak usianya 6 tahun dan sempat membawa medali emas dari World Bridge Federation (WBF). (far/fen)

(mj/far/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia