25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Ratusan Atlet Kabupaten Mojokerto Jalani Tes Fisik

Pekan Ini, KONI Takar Kemampuan Calon Atlet Porprov VIII

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan atlet dari 42 cabor proyeksi Porprov VIII Jawa Timur 2023 mulai melakoni tes fisik kemarin. Menggandeng tim konsultan dari Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) Jatim, KONI Kabupaten Mojokerto berupaya menakar kesiapan para atlet melalui kemampuan fisiknya.

Nantinya, hasil tes fisik tersebut jadi salah satu acuan KONI untuk menerapkan sistem promosi-degradasi (promdeg) dalam penentuan kontingen Porprov VIII. Tes fisik perdana mulai berlangsung kemarin pagi di GOR Gajah Mada Mojosari.

Sepanjang kemarin, Tim Konsultan PPFI Jatim menguji kemampuan fisik sejumlah atlet dari 15 cabor proyeksi Porprov VIII Jatim. Mulai dari cabor bola tangan, kempo, taekwondo, hingga kickboxing. Ada sejumlah komponen yang dinilai tim konsultan dari para atlet. Mulai dari endurance, strenght, speed, flexibility, agility, maupun accuration.

Sederhananya, mereka dites dengan sejumlah gerakan layaknya squat jump, push up, ataupun sit up. ’’Hari ini kami melakukan tes fisik tahap awal atau tahap persiapan umum pada para atlet. Mungkin sekitar dua bulan lagi kami lakukan tes fisik tahap selanjutnya. Total ada lima tahapan tes fisik yang mesti dilalui,’’ ungkap Ketua Tim Konsultan PPFI Jatim Hamdani.

Baca Juga :  KONI Kabupaten Mojokerto Bentuk Tim Monev

Dikatakannya, tes fisik tersebut memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya, guna mengevaluasi perkembangan hasil latihan atlet sejauh ini. Utamanya, pada aspek fisik para atlet. Sebab, lanjut Hamdani, fisik jadi komponen vital untuk mendulang prestasi pada ajang olahraga.

Itu terlepas dari faktor psikologis, teknik, serta taktik dan strategi yang dimiliki masing-masing atlet. ’’Fisik jadi komponen penting untuk bisa mengakomodir tiga komponen lainnya. Karena ketika fisik bugar, psikis dan tekniknya akan lebih bagus. Termasuk taktik dan strateginya bisa jalan dengan baik. Jadi empat komponen ini sama pentingnya,’’ paparnya.

Tak hanya itu, rangkaian tes fisik yang dilakukan juga bermanfaat bagi tim pelatih masing-masing cabor. Khususnya untuk menentukan program latihan yang tepat setelah menerima hasil tes fisik yang dilakoni para atletnya. ’’Ini juga bisa untuk membentuk program latihan tim pelatih cabor agar latihan lebih optimal dan tepat sasaran. Sehingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan tidak bias,’’ ucap Hamdani.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto menyebut, tes fisik yang dilakukan sepanjang pekan ini bukan penerapan sistem promdeg. Namun begitu, pihaknya tak menampik jika hasil tes fisik tersebut nantinya jadi salah satu acuan tim monev KONI Kabupaten Mojokerto mempertimbangkan atlet yang menjadi kontingen di Porprov VIII. ’’Jadi masih belum ada nama yang kami degradasi. Tapi hasil atau nilai tes fisik ini bisa jadi salah satu acuan kami untuk penerapan sistem promdeg,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Gudang Gitar di Trowulan Mojokerto Ludes Terbakar

Menurutnya, dilibatkannya tim konsultan PPFI Jatim dalam persiapan dan penjaringan atlet proyeksi porprov tahun 2023 memberi dampak yang luas bagi para atlet dan cabor. Sebab dengan begitu, cabor dan para atlet bisa menakar kemampuan untuk tampil konsisten di segala ajang. ’’Adanya kerja sama dengan tim konsultan ini, diharapkan atlet dan cabor bisa menata program dan sistem pelatihannya, baik untuk personal maupun di cabornya. Sehingga persiapan fisik bisa lebih tertata dan pembinaan bisa lebih optimal lagi,’’ tandas Suher.

Rencananya, tes fisik tahap awal untuk ratusan atlet dari 42 cabor tersebut bakal dituntaskan pekan ini guna efisiensi persiapan jelang perhelatan Porprov VIII Jatim. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/