alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dicoret karena Minim Prestasi

Dua Pejudo Kota Mojokerto Jelang Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah atlet cabor judo Kota Mojokerto dipangkas. Dua pejudo dicoret dari komposisi pemusatan latihan Pengkot PJSI Mojokerto yang sudah berjalan setahun belakangan. Minimnya prestasi dan usia yang masih sangat belia, menjadi alasan KONI tidak meloloskan keduanya dalam komposisi atlet proyeksi Porprov.

Keduanya merupakan pejudo putri yang turun di kelas 63 kilogram (kg) dan 57 kg. Pelatih judo Kota Mojokerto, Mochammad Syaiful Raharjo, mengaku, sudah berjuang keras dalam mengembangkan skill kedua atlet agar bisa lolos menuju arena Porprov. Akan tetapi, keputusan KONI melalui tim monitoring dan evaluasi (monev) tidak bisa diganggu gugat.

Baca Juga :  Menanti Respons PSSI

Banyaknya variabel dalam menentukan kelolosan atlet ke Porprov menjadi batu sandungan keduanya tak lagi bertahan di pemusatan latihan. ’’Dalam verivikasi kemarin, satu atlet belum pernah juara, dan yang satu atlet lagi usianya masih sangat muda dan belum masuk katagori mampu bersaing di Porprov yang usianya maksimal 21 tahun,’’ terangnya.
Dengan pencoretan itu, maka komposisi tim judo kini hanya menyisakan 6 pejudo. Mereka terdiri dari 5 putra dan 1 putri yang akan turun di kelas 55 kg hingga 60 kg dengan di bawah 21 tahun.

Keenam atlet ini masih berpotensi tercoret jika dalam dua bulan ke depan tidak menunjukkan performa terbaik. KONI masih memberlakukan sistem degradasi atlet jika memang dianggap kurang bersaing dalam perebutan medali. Artinya, tuntutan tampil prima di setiap kali latihan mau tak mau harus diwujudkan keenamnya jika ingin bertarung di Porprov nanti. ’’Tersisa 6 atlet di tim inti. Namun bisa terdegradasi lagti apabila tidak disiplin,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Butuh Jajal Tim Luar Mojokerto

Saat ini, keenam pejudo masih disibukkan dengan Training Center (TC) di dojo Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Proses TC juga digabung bersama pejudo asal Kabupaten Mojokerto. Jadwal latihan lima kali dalam sepekan menjadi menu yang wajib dijalani keenam pejudo. ’’Latihan bersama ini untuk menambah jam terbang, semakin banyak variasi lawan, akan meningkatkan kemampuan secara teknik dan taktik,’’ pungkasnya. (far/ron)

Dua Pejudo Kota Mojokerto Jelang Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah atlet cabor judo Kota Mojokerto dipangkas. Dua pejudo dicoret dari komposisi pemusatan latihan Pengkot PJSI Mojokerto yang sudah berjalan setahun belakangan. Minimnya prestasi dan usia yang masih sangat belia, menjadi alasan KONI tidak meloloskan keduanya dalam komposisi atlet proyeksi Porprov.

Keduanya merupakan pejudo putri yang turun di kelas 63 kilogram (kg) dan 57 kg. Pelatih judo Kota Mojokerto, Mochammad Syaiful Raharjo, mengaku, sudah berjuang keras dalam mengembangkan skill kedua atlet agar bisa lolos menuju arena Porprov. Akan tetapi, keputusan KONI melalui tim monitoring dan evaluasi (monev) tidak bisa diganggu gugat.

Baca Juga :  Atlet Judo Intensifkan Latih Tanding

Banyaknya variabel dalam menentukan kelolosan atlet ke Porprov menjadi batu sandungan keduanya tak lagi bertahan di pemusatan latihan. ’’Dalam verivikasi kemarin, satu atlet belum pernah juara, dan yang satu atlet lagi usianya masih sangat muda dan belum masuk katagori mampu bersaing di Porprov yang usianya maksimal 21 tahun,’’ terangnya.
Dengan pencoretan itu, maka komposisi tim judo kini hanya menyisakan 6 pejudo. Mereka terdiri dari 5 putra dan 1 putri yang akan turun di kelas 55 kg hingga 60 kg dengan di bawah 21 tahun.

Keenam atlet ini masih berpotensi tercoret jika dalam dua bulan ke depan tidak menunjukkan performa terbaik. KONI masih memberlakukan sistem degradasi atlet jika memang dianggap kurang bersaing dalam perebutan medali. Artinya, tuntutan tampil prima di setiap kali latihan mau tak mau harus diwujudkan keenamnya jika ingin bertarung di Porprov nanti. ’’Tersisa 6 atlet di tim inti. Namun bisa terdegradasi lagti apabila tidak disiplin,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Porprov, Jaga Berat Badan

Saat ini, keenam pejudo masih disibukkan dengan Training Center (TC) di dojo Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Proses TC juga digabung bersama pejudo asal Kabupaten Mojokerto. Jadwal latihan lima kali dalam sepekan menjadi menu yang wajib dijalani keenam pejudo. ’’Latihan bersama ini untuk menambah jam terbang, semakin banyak variasi lawan, akan meningkatkan kemampuan secara teknik dan taktik,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/