Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sportainment
icon featured
Sportainment

MFC Sulit Petakan Lawan

22 Oktober 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

MFC Sulit Petakan Lawan

ANTISIPATIF: Pelatih Mojokerto FC, Nono Srihartono memberikan arahan kepada pemainnya saat latihan di lapangan Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko kemarin. (Nono for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang dua minggu jelang kick off Liga 3, skuad Mojokerto FC (MFC) masih dihadapkan sejumlah kendala dalam mempersiapkan tim yang akan diturunkan. Utamanya soal jadwal pertandingan babak penyisihan grup E Regional Jatim yang tak kunjung diterbitkan Asprov PSSI Jatim. Ketiadaan jadwal tersebut membuat tim pelatih dan manajemen kesulitan dalam memetakan lawan yang akan dihadapi, khususnya di laga awal.

Sehingga bisa berdampak pada amburadulnya penerapan taktik dan strategi yang akan dimainkan. ’’Kemarin waktu workshop bersama semua pelatih tim Liga 3 se-Jatim, Asprov PSSI tidak mengumumkan jadwalnya. Mereka hanya menerangkan regulasi pertandingan,’’ terang pelatih MFC, Nono Srihartono kemarin. Nono mengakui, masing-masing tim di grup E memiliki kelebihan dan spesialisasi yang berbeda-beda. Bahkan, setiap tim punya keunggulan yang siap ditunjukkan dalam membombardir lawannya.

Termasuk MFC yang memiliki strategi unggulan yakni, di satu-dua sentuhannya. Akan tetapi, strategi tersebut tidak bisa berjalan efektif jika tidak ada pengetahuan tentang siapa calon lawan yang akan dihadapi. Nah, hal ini yang menjadi kerugian tersendiri bagi MFC, sehingga berharap Asprov PSSI segera mengumumkan jadwal pertandingan mulai awal hingga akhir. Agar, MFC bisa segera mengantisipasi strategi bermain yang akan diterapkan di setiap laga.

Baca juga: Persem Kota Mojokerto Belum Pernah Menang

’’Misalnya, saat akan ketemu Arema Indonesia yang punya tipikal permainan keras dan ngotot, kami bisa antisipasi dengan menerapkan strategi satu-dua sentuhan. Tapi ketika tidak ada jadwal, kami sulit memprediksi siapa lawannya,’’ tegasnya. MFC sendiri tergabung di grup E bersama Blitar Putra, Arema Indonesia, Akademi Arema Ngunut, dan Perseta Tulungagung. Saat ini, kekuatan MFC sudah terisi 24 pemain yang didominasi hasil binaan klub lokal Mojokerto.

Usianya mereka terhitung masih muda, yakni rentang antara 18 sampai 21 tahun atau kelahiran tahun 1999-2003. Pun demikian dengan kuota pemain senior, manajemen hanya merekrut tiga pemain yang memiliki pengalaman mumpuni. ’’Yang penting kami sudah memenuhi syarat minimal sebanyak 22 pemain. Semuanya pemain asli Mojokerto, yang luar kota mungkin hanya satu orang dari Madiun. Rencananya tim akan kami maksimalkan lagi dengan uji coba melawan klub selevel Liga 3 yang ada di Mojokerto,’’ pungkasnya. (far/fen)

(mj/far/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia