alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Kans Ikut Liga Kian Terbuka

Manajemen PSMP Diminta Koordinasi Asprov PSSI Jatim

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya manajemen memperjuangkan eksistensi PS Mojokerto Putra (PSMP) terus berlanjut. Tidak hanya ke PSSI, manajemen juga turut mengecek status keanggotaan The Lasmojo ke Asprov PSSI Jatim.

Upaya ini sekaligus untuk memastikan aktivasi tim sebelum bertarung di sengitnya kompetisi musim 2022. Komunikasi dengan Asprov PSSI Jatim itu turut mendapat persetujuan dari PSSI pusat. Saat proses lobi bersama sekretaris jendral (sekjen) Yunus Nusi beberapa waktu lalu, manajemen diminta berkoordinasi langsung dengan Asprov PSSI untuk membereskan sanksi. Bahkan, Yunus Nusi membeberkan jika koordinasi kedua belah pihak berjalan lancar, bisa jadi status Laskar Majapahit bisa langsung diketahui.

’’Kami diminta koordinasi dengan Asprov PSSI Jatim. Mungkin urusan persyaratan administrasi untuk bisa mengetahui status keanggotaan tim,’’ terang Presiden klub PSMP, Firman Efendi kemarin. Tidak sekedar itu, dari komunikasi singkat itu, manajemen juga mendapat keterangan jika peluang PSMP bebas dari sanksi musim semakin besar.

Baca Juga :  Lini Pertahanan Perlu Dibenahi

Selain karena waktu skors yang memang sudah habis, tidak ada lagi persoalan yang bisa menjerat The Lasmojo dari sanksi tambahan. Sehingga eksistensinya Liga Indonesia siap disambut kembali oleh tim-tim lain di musim 2022 nanti. ’’Kami kemarin mendapat informasi jika PSMP bisa lolos dari sanksi. Tapi kejelasan dari semua itu dikembalikan lagi ke upaya kami dalam memproses secara administrasi,’’ tambahnya.

Jika nantinya dipastikan bebas dan boleh berkompetisi, praktis PSMP hanya punya waktu tiga bulan persiapan. Jumlah tersebut berdasarkan pengumuman PSSI yang akan memulai kick off Liga 1 mulai Juli nanti. Artinya, PSMP akan memulai kompetisi pada Agustus atau sebulan pasca Liga 1 bergulir. Itu pun jika status kanggotaan The Lasmojo masih di Liga 2. Namun jika harus turun kasta ke Liga 3, maka waktu persiapan jadi lebih panjang, yakni lima bulan atau kick off dimulai pada Oktober nanti.

Baca Juga :  Menanti Respons PSSI

’’Kalaupun di Liga 3, kami juga harus mengukur waktu persiapannya sebelum merancang training center (TC),’’ tandasnya. Seperti diketahui, PSMP dihukum sanksi larangan berkompetisi oleh komdis PSSI selama tiga tahun. Hukuman tersebut setelah The Lasmojo terbukti terlihat match fixing dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2 musim 2018. (far/fen)

Manajemen PSMP Diminta Koordinasi Asprov PSSI Jatim

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya manajemen memperjuangkan eksistensi PS Mojokerto Putra (PSMP) terus berlanjut. Tidak hanya ke PSSI, manajemen juga turut mengecek status keanggotaan The Lasmojo ke Asprov PSSI Jatim.

Upaya ini sekaligus untuk memastikan aktivasi tim sebelum bertarung di sengitnya kompetisi musim 2022. Komunikasi dengan Asprov PSSI Jatim itu turut mendapat persetujuan dari PSSI pusat. Saat proses lobi bersama sekretaris jendral (sekjen) Yunus Nusi beberapa waktu lalu, manajemen diminta berkoordinasi langsung dengan Asprov PSSI untuk membereskan sanksi. Bahkan, Yunus Nusi membeberkan jika koordinasi kedua belah pihak berjalan lancar, bisa jadi status Laskar Majapahit bisa langsung diketahui.

’’Kami diminta koordinasi dengan Asprov PSSI Jatim. Mungkin urusan persyaratan administrasi untuk bisa mengetahui status keanggotaan tim,’’ terang Presiden klub PSMP, Firman Efendi kemarin. Tidak sekedar itu, dari komunikasi singkat itu, manajemen juga mendapat keterangan jika peluang PSMP bebas dari sanksi musim semakin besar.

Baca Juga :  Di Piala Indonesia, PSMP Ditantang Tim Kuat

Selain karena waktu skors yang memang sudah habis, tidak ada lagi persoalan yang bisa menjerat The Lasmojo dari sanksi tambahan. Sehingga eksistensinya Liga Indonesia siap disambut kembali oleh tim-tim lain di musim 2022 nanti. ’’Kami kemarin mendapat informasi jika PSMP bisa lolos dari sanksi. Tapi kejelasan dari semua itu dikembalikan lagi ke upaya kami dalam memproses secara administrasi,’’ tambahnya.

Jika nantinya dipastikan bebas dan boleh berkompetisi, praktis PSMP hanya punya waktu tiga bulan persiapan. Jumlah tersebut berdasarkan pengumuman PSSI yang akan memulai kick off Liga 1 mulai Juli nanti. Artinya, PSMP akan memulai kompetisi pada Agustus atau sebulan pasca Liga 1 bergulir. Itu pun jika status kanggotaan The Lasmojo masih di Liga 2. Namun jika harus turun kasta ke Liga 3, maka waktu persiapan jadi lebih panjang, yakni lima bulan atau kick off dimulai pada Oktober nanti.

Baca Juga :  Lini Pertahanan Perlu Dibenahi
- Advertisement -

’’Kalaupun di Liga 3, kami juga harus mengukur waktu persiapannya sebelum merancang training center (TC),’’ tandasnya. Seperti diketahui, PSMP dihukum sanksi larangan berkompetisi oleh komdis PSSI selama tiga tahun. Hukuman tersebut setelah The Lasmojo terbukti terlihat match fixing dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2 musim 2018. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/