Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Sportainment
icon featured
Sportainment

Gagal Naik Podium Kejurda

FAJI Sebut Akibat Kalah Jam Terbang

14 Januari 2022, 15: 15: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Gagal Naik Podium Kejurda

MINIM PENGALAMAN: Tim Arung Jeram FAJI Mojokerto saat turun pertama kali di Kejurda Open di Sungai Jumerto, Jember, Rabu (12/1). (arif kustanto for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Target naik podium di ajang Kejurda Open Arung Jeram di Jember, Rabu (12/1) gagal diraih tim arung jeram FAJI Kabupaten Mojokerto. Empat pedayung yang diturunkan hanya mampu menggapai di babak 16 besar ajang tahunan tersebut.

Kurangnya jam terbang lagi-lagi menjadi faktor kekalahan Dedy Rachmad dkk di persaingan papan atas arung jeram se-Jatim. Padahal, latihan intensif sudah dijalani tim besutan Pengkab FAJI Mojokerto selama dua bulan terakhir. Akan tetapi, kekuatan lawan saat turun di babak 16 besar memang tidak bisa ditandingi. Yakni tim Songa Adventure Probolinggo yang sudah puluhan tahun berkecimpung di sejumlah event arung jeram baik tingkat regional hingga nasional. Bahkan, nilai Head to Head Dedy Rachmad dkk dengan tim lawan terpaut jauh, yakni 23 berbanding 40.

Padahal, tim Pengkab FAJI sebelumnya optimis melaju di puncak kejuaraan usai menang di babak 38 besar. Yakni dengan skor 23 berbanding 21 saat melawan tim Marinir Banpur A. Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto menjelaskan, dilihat dari pengalaman, anak asuhnya memang terpaut jauh dengan tim lawan. Di mana, tim besutannya baru eksis dibina setahun terakhir. Sementara tim lawan sudah belasan hingga puluhan tahun mengarungi ekstrimnya medan sungai yang jeram.

Baca juga: Jajal Seleksi Pelatnas

’’Kekurangan kami yang jelas soal jam terbang dan pengalaman yang itu mempengaruhi capaian skill yang berbanding jauh,’’ tegasnya. Meski begitu, Arif masih tetap optimis anak asuhnya masih bisa bersaing jika terus diasah lewat latihan intensif. Evaluasi dari Kejurda kemarin juga menjadi bahan perbaikan program latihan yang sudah berjalan. Perbaikan tersebut sebagai modal untuk kembali turun di ketatnya persaingan Kejurprov Arung Jeram Jatim Maret nanti.

’’Evaluasinya adalah soal intensitas latihan yang harus lebih ditambah porsinya. Termasuk juga soal pembinaan berjenjang yang harus diciptakan U di kelompok usia 19 tahun dan 20 tahun,’’ tandasnya. Seperti diketahui, pengkab FAJI menarget Dedy Rachmad dkk bisa naik podium saat turun di Kejurda Open yang berlangsung di sungai Jumerto, Jember, Rabu (12/1). Target tersebut tak lepas dari intensifnya proses latihan yang dijalani 4 pedayung selama hampir dua bulan terakhir. (far/fen)

(mj/far/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia