alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Test Case sebelum Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lebih dari sebulan libur pasca Ramadan dan Lebaran, lima pebiliar Kota Mojokerto langsung ditantang dengan sengitnya kejuaraan. Sejak Selasa (10/5), I Gede Arya dkk diminta menjalani dua kejuaraan sekaligus.

Kedua kejuaraan itu yakni Kejurda Open handycap di Surabaya dan Kejurda Open Pemula di Kediri. Dua ajang ini menjadi test case mereka sebelum bertarung di sengitnya perebutan medali Porprov Juni nanti.

Dalam kejurda di Surabaya kemarin, I Gede Arya, Nurma Ulifatul, Mochammad Taufik, Brilli, serta Akhzal berkesempatan meladeni permainan ratusan pebiliar profesional. Khususnya, kategori Pratama yang status dan prestasinya sudah di level nasional. ’’Kemarin di Surabaya Open Handicap, 128 pesertanya ada yang dari kategori pemula, pratama dan bebas,’’ ujar Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki kemarin.

Baca Juga :  Angkat Berat Kota Target Dua Emas

Dari sengitnya persaingan itu, pria yang akrab disapa Bejo ini mengaku kualitas skill dan mental lima anak asuhnya dinilai mengalami peningkatan. Terbukti, tiga pebiliar andalan mampu menembus ke babak berikutnya. Mulai dari Taufik yang lolos ke 32 besar, Nurma sampai di 16 besar, dan Arya di 8 besar. ’’Mungkin hanya Brilli dan Akhzal saja yang belum beruntung. Karena mereka juga masih muda. Saya optimis hasil ini bisa lebih meningkatkan performa Arya, Nurma dan Taufik saat turun di porprov nanti,’’ ujarnya.

Pun demikian pula di kejurda Kediri. Bejo juga berharap anak asuhnya mampu membuktikan prestasi terbaiknya. Meski tingkat persaingannya lebih rendah dari kejurda di Surabaya, bukan berarti kelima atlet bermain asal-asalan. Mereka tetap diminta fokus untuk bisa menggapai di posisi puncak. ’’Saat ini anak-anak masih bermain di babak penyisihan di Kediri. Kami pantau terus setiap perkembangan yang dialami,’’ tandasnya. Sebelumnya, proses Training center (TC) yang dijalani 7 pebiliar sempat diliburkan dengan jeda waktu cukup lama.

Baca Juga :  Jadwalkan Dua Laga Uji Coba

Yakni selama sebulan lebih atau sejak awal ramadan hingga lebaran. Libur ini terpaksa diberikan lantaran tempat latihan mereka di kawasan Jalan Majapahit Selatan tidak diperkenankan beroperasi selama Ramadan. Larangan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Mojokerto Nomor 188 55/3/417.101.3/2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Di mana, melarang total sejumlah tempat hiburan termasuk hiburan biliar beroperasi selama Ramadan. (far/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lebih dari sebulan libur pasca Ramadan dan Lebaran, lima pebiliar Kota Mojokerto langsung ditantang dengan sengitnya kejuaraan. Sejak Selasa (10/5), I Gede Arya dkk diminta menjalani dua kejuaraan sekaligus.

Kedua kejuaraan itu yakni Kejurda Open handycap di Surabaya dan Kejurda Open Pemula di Kediri. Dua ajang ini menjadi test case mereka sebelum bertarung di sengitnya perebutan medali Porprov Juni nanti.

Dalam kejurda di Surabaya kemarin, I Gede Arya, Nurma Ulifatul, Mochammad Taufik, Brilli, serta Akhzal berkesempatan meladeni permainan ratusan pebiliar profesional. Khususnya, kategori Pratama yang status dan prestasinya sudah di level nasional. ’’Kemarin di Surabaya Open Handicap, 128 pesertanya ada yang dari kategori pemula, pratama dan bebas,’’ ujar Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki kemarin.

Baca Juga :  Arena Biliar Dibuka Untuk Atlet

Dari sengitnya persaingan itu, pria yang akrab disapa Bejo ini mengaku kualitas skill dan mental lima anak asuhnya dinilai mengalami peningkatan. Terbukti, tiga pebiliar andalan mampu menembus ke babak berikutnya. Mulai dari Taufik yang lolos ke 32 besar, Nurma sampai di 16 besar, dan Arya di 8 besar. ’’Mungkin hanya Brilli dan Akhzal saja yang belum beruntung. Karena mereka juga masih muda. Saya optimis hasil ini bisa lebih meningkatkan performa Arya, Nurma dan Taufik saat turun di porprov nanti,’’ ujarnya.

Pun demikian pula di kejurda Kediri. Bejo juga berharap anak asuhnya mampu membuktikan prestasi terbaiknya. Meski tingkat persaingannya lebih rendah dari kejurda di Surabaya, bukan berarti kelima atlet bermain asal-asalan. Mereka tetap diminta fokus untuk bisa menggapai di posisi puncak. ’’Saat ini anak-anak masih bermain di babak penyisihan di Kediri. Kami pantau terus setiap perkembangan yang dialami,’’ tandasnya. Sebelumnya, proses Training center (TC) yang dijalani 7 pebiliar sempat diliburkan dengan jeda waktu cukup lama.

Baca Juga :  Empat Pebiliar Disiapkan Turun di Kejurda Open

Yakni selama sebulan lebih atau sejak awal ramadan hingga lebaran. Libur ini terpaksa diberikan lantaran tempat latihan mereka di kawasan Jalan Majapahit Selatan tidak diperkenankan beroperasi selama Ramadan. Larangan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Mojokerto Nomor 188 55/3/417.101.3/2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Di mana, melarang total sejumlah tempat hiburan termasuk hiburan biliar beroperasi selama Ramadan. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/