alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Menanti Respons PSSI

Manajemen PSMP Cek Status Sanksi
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya mengembalikan eksistensi skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) terus dilancarkan manajemen. Selain mencari investor baru, lobi-lobi dan komunikasi ke jajaran PSSI pusat maupun Komisi Disiplin (komdis) sudah dijalin manajemen. Langkah ini sekaligus untuk memastikan status keanggotaan Laskar Majapahit di Liga Indonesia.

Tidak hanya di kalangan anggota biasa, lobi-lobi juga dilancarkan manajemen kepada sosok berpengaruh PSSI. Pertama adalah Sekjen PSSI Yunus Nusi yang menggantikan posisi Ratu Tisha.

Dalam komunikasinya, Presiden PSMP, Firman Efendi langsung melancarkan pertanyaan soal status keanggotaan The Lasmojo. Apakah tetap di Liga 2, atau justru terjungkal di Liga 3 pasca dijatuhi sanksi larangan bermain selama tiga musim. ’’Tahun kemarin ketika beliau (Yunus Nusi, Red) baru ditetapkan sebagai sekjen definitif, kami langsung menanyakan status tim. Namun saat itu dijanjikan untuk dicek ke komdis dan komisi banding (komding) dulu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Siapkan Dua Turnamen

Lalu, juga ada sosok ketua Komding, Dr Triana Dewi Seroja yang turut dijalin komunikasi intensif. Apakah sudah benar-benar bebas atau justru masih terjerat sanksi larangan berkompetisi.

Kejelasan ini sangat dibutuhkan untuk mempertegas eksistensi ke depannya. Mengingat, sampai saat ini manajemen juga belum menerima keterangan resmi dari PSSI meski jangka waktu sanksi sudah selesai. ’’Dengan ketua Komding juga kami upayakan komunikasi sepekan terakhir,’’ tandas Firman.

Meski demikian, upaya yang dilancarkan sampai saat ini juga belum menemukan titik terang. Belum ada keterangan pasti yang bisa disampaikan kedua sosok tentang masa depan PSMP pasca dijatuhi sanksi larangan bermain sejak tahun 2018. Sehingga, butuh waktu bagi keduanya untuk merapatkan nasib PSMP bersama anggota PSSI lainnya. ’’Masih belum bisa diterangkan karena mereka juga butuh waktu untuk mengkonfirmasi ke semua anggota exco PSSI,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tantangan Tembus Zona Nasional

Seperti diketahui, PSMP dihukum sanksi larangan berkompetisi oleh komdis PSSI selama tiga tahun. Hukuman tersebut setelah The Lasmojo terbukti terlihat match fixing dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2 musim 2018. (far/ron)

Manajemen PSMP Cek Status Sanksi
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya mengembalikan eksistensi skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) terus dilancarkan manajemen. Selain mencari investor baru, lobi-lobi dan komunikasi ke jajaran PSSI pusat maupun Komisi Disiplin (komdis) sudah dijalin manajemen. Langkah ini sekaligus untuk memastikan status keanggotaan Laskar Majapahit di Liga Indonesia.

Tidak hanya di kalangan anggota biasa, lobi-lobi juga dilancarkan manajemen kepada sosok berpengaruh PSSI. Pertama adalah Sekjen PSSI Yunus Nusi yang menggantikan posisi Ratu Tisha.

Dalam komunikasinya, Presiden PSMP, Firman Efendi langsung melancarkan pertanyaan soal status keanggotaan The Lasmojo. Apakah tetap di Liga 2, atau justru terjungkal di Liga 3 pasca dijatuhi sanksi larangan bermain selama tiga musim. ’’Tahun kemarin ketika beliau (Yunus Nusi, Red) baru ditetapkan sebagai sekjen definitif, kami langsung menanyakan status tim. Namun saat itu dijanjikan untuk dicek ke komdis dan komisi banding (komding) dulu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Empat Pebiliar Disiapkan Turun di Kejurda Open

Lalu, juga ada sosok ketua Komding, Dr Triana Dewi Seroja yang turut dijalin komunikasi intensif. Apakah sudah benar-benar bebas atau justru masih terjerat sanksi larangan berkompetisi.

Kejelasan ini sangat dibutuhkan untuk mempertegas eksistensi ke depannya. Mengingat, sampai saat ini manajemen juga belum menerima keterangan resmi dari PSSI meski jangka waktu sanksi sudah selesai. ’’Dengan ketua Komding juga kami upayakan komunikasi sepekan terakhir,’’ tandas Firman.

Meski demikian, upaya yang dilancarkan sampai saat ini juga belum menemukan titik terang. Belum ada keterangan pasti yang bisa disampaikan kedua sosok tentang masa depan PSMP pasca dijatuhi sanksi larangan bermain sejak tahun 2018. Sehingga, butuh waktu bagi keduanya untuk merapatkan nasib PSMP bersama anggota PSSI lainnya. ’’Masih belum bisa diterangkan karena mereka juga butuh waktu untuk mengkonfirmasi ke semua anggota exco PSSI,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Suporter Sindir Kejanggalan lewat Simbol Koreo VW
- Advertisement -

Seperti diketahui, PSMP dihukum sanksi larangan berkompetisi oleh komdis PSSI selama tiga tahun. Hukuman tersebut setelah The Lasmojo terbukti terlihat match fixing dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2 musim 2018. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/