alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Saturday, July 2, 2022

Galang Dukungan Daerah Lain, Protes Perpindahan Atlet Pebiliar asal Ngawi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Protes cabor biliar Kota Mojokerto terhadap indikasi kepindahan pebiliar Porprov Ngawi yang tak prosedural, dipastikan tak main-main. Tidak sekadar mengirim surat ke KONI Jatim, Pengkot POBSI Mojokerto juga menggalang dukungan daerah lain untuk ikut menyuarakan protesnya ke KONI Jatim.

Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengatakan, administrasi gugatan atas kepindahan atlet Ngawi telah ia layangkan, Selasa (7/6). Dalam protesnya, Bagus turut menyertakan sejumlah bukti otentik terkait proses kepindahan yang tidak sesuai prosedur.

Mulai dari berita acara, indentitas atlet, hingga surat keterangan domisili dari daerah asal sang atlet. Termasuk pula surat pengantar dari KONI Kota Mojokerto sebagai induk cabor biliar. ’’Setelah kami dipanggil dan diberi pengantar oleh pengurus KONI Kota Mojokerto, gugatan langsung kami kirim ke KONI Jatim keesokan harinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Daftarkan 220 Atlet dari 25 Cabor

Namun, perjuangan Bagus menggagalkan pebiliar Ngawi tampil di Porprov tidak sekadar administratif semata. Kini, pihaknya mulai mencari dukungan dari pengkot/pengkab daerah lain untuk ikut mendukung aksinya tersebut. Dukungan tersebut sebagai penguat agar gugatannya direspon Pengprov POBSI dan KONI Jatim.

Ia juga menyiapkan sejumlah aksi lain jika protes yang ia layangkan tidak menemukan hasil. Salah satunya dengan menggelar aksi turun jalan di arena pertandingan Porprov VII Lumajang, 25 Juni nanti. ’’Dilihat saja nanti. Kami masih menunggu respons dari panitia pelaksana pertandingan,’’ ujarnya sembari menyebut protes itu dilayangkan demi menjaga pelaksanaan pertandingan ajang olahraga multievent nanti tetap fair play tanpa ada kecurangan.

Baca Juga :  Putar Otak Cari Formulasi Terbaik

Sebelumnya, Pengkot POBSI mempertanyakan keabsahan pebiliar atas nama Andri Kurniawan yang tercantum dalam bagian kontingen Ngawi. Pertanyaan itu setelah muncul dugaan unprosedural Pengkab POBSI Ngawi yang menggelar proses pelepasan dan pemindahan atlet dari tegal ke Ngawi tiga bulan sebelum Porprov bergulir, atau tepatnya pada 16 Maret 2022.

Padahal, sesuai regulasi batas akhir proses pemindahan berjalan dua tahun sebelum Porprov, atau maksimal Juni 2019 lalu. Batas waktu tersebut tercantum dalam SK KONI Jatim nomor 426/SK.156/601.1/2019 tentang atlet peserta porprov Jatim VII. (far/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Protes cabor biliar Kota Mojokerto terhadap indikasi kepindahan pebiliar Porprov Ngawi yang tak prosedural, dipastikan tak main-main. Tidak sekadar mengirim surat ke KONI Jatim, Pengkot POBSI Mojokerto juga menggalang dukungan daerah lain untuk ikut menyuarakan protesnya ke KONI Jatim.

Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengatakan, administrasi gugatan atas kepindahan atlet Ngawi telah ia layangkan, Selasa (7/6). Dalam protesnya, Bagus turut menyertakan sejumlah bukti otentik terkait proses kepindahan yang tidak sesuai prosedur.

Mulai dari berita acara, indentitas atlet, hingga surat keterangan domisili dari daerah asal sang atlet. Termasuk pula surat pengantar dari KONI Kota Mojokerto sebagai induk cabor biliar. ’’Setelah kami dipanggil dan diberi pengantar oleh pengurus KONI Kota Mojokerto, gugatan langsung kami kirim ke KONI Jatim keesokan harinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kontingen Kota Onde-Onde Tersisa Harapan di Empat Cabor

Namun, perjuangan Bagus menggagalkan pebiliar Ngawi tampil di Porprov tidak sekadar administratif semata. Kini, pihaknya mulai mencari dukungan dari pengkot/pengkab daerah lain untuk ikut mendukung aksinya tersebut. Dukungan tersebut sebagai penguat agar gugatannya direspon Pengprov POBSI dan KONI Jatim.

Ia juga menyiapkan sejumlah aksi lain jika protes yang ia layangkan tidak menemukan hasil. Salah satunya dengan menggelar aksi turun jalan di arena pertandingan Porprov VII Lumajang, 25 Juni nanti. ’’Dilihat saja nanti. Kami masih menunggu respons dari panitia pelaksana pertandingan,’’ ujarnya sembari menyebut protes itu dilayangkan demi menjaga pelaksanaan pertandingan ajang olahraga multievent nanti tetap fair play tanpa ada kecurangan.

Baca Juga :  Empat Pebiliar Disiapkan Turun di Kejurda Open

Sebelumnya, Pengkot POBSI mempertanyakan keabsahan pebiliar atas nama Andri Kurniawan yang tercantum dalam bagian kontingen Ngawi. Pertanyaan itu setelah muncul dugaan unprosedural Pengkab POBSI Ngawi yang menggelar proses pelepasan dan pemindahan atlet dari tegal ke Ngawi tiga bulan sebelum Porprov bergulir, atau tepatnya pada 16 Maret 2022.

- Advertisement -

Padahal, sesuai regulasi batas akhir proses pemindahan berjalan dua tahun sebelum Porprov, atau maksimal Juni 2019 lalu. Batas waktu tersebut tercantum dalam SK KONI Jatim nomor 426/SK.156/601.1/2019 tentang atlet peserta porprov Jatim VII. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/