alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Optimisme Srikandi Majapahit Memuncak

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sekian lama ditunggu, skuad putri Srikandi Majapahit (SM) kembali bersaing di kompetisi resmi. Mulai 11 Maret nanti, tim yang berevolusi dengan nama Mojosari Putri FC ini akan turun di Piala Pertiwi musim 2022, di Malang.
Tak tanggung-tanggung, tim-tim Liga 1 putri asal Jatim bakal menjadi lawan mainnya di kompetisi amatir tersebut. Persebaya putri, Arema Women, dan Persela Putri turut andil dalam kompetisi nonprofesional ini setelah Liga 1 putri ditiadakan PSSI.
Meski mendapat lawan tangguh, namun tim asuhan Heru Setiawan ini tak gentar sedikitpun saat menghadapinya. Nama besar lawan tak menjadi halangan bagi Manda Prima dkk dalam menjaga eksistensinya untuk bisa menggapai hingga ke level nasional. Cara ini sekaligus untuk mengenalkan SM sebagai tempat lahirnya sejumlah pemain putri berbakat di Jatim. ’’Optimis dan yakinlah, Insya Allah kami bisa lolos semifinal hingga final. Komposisi tim kami sangat tersedia di semua kategori usia,’’ tegas sekretaris manajemen SM, Alfiyah Berliyana kemarin.
Keyakinan tersebut bukannya tanpa alasan. Di mana, jalan SM lolos ke final sangat terbuka lebar. Betapa tidak, tergabung di grup B, lawan main Manda Prima dkk dinilai cukup mudah dipatahkan. Persewangi Banyuwangi, Bojonegoro FC dan Gresik United FC dianggap Alfiyah sebagai lawan yang memiliki kualitas permainan dibawah mereka.
Penilaian tersebut bahkan sempat dibuktikan SM saat uji coba dengan dua tim pesaing yang hasilnya dipetik SM dengan dua kali kemenangan sekaligus. ’’Kami sempat main lawan Persewangi di turnamen open di Malang tahun lalu dan kami mampu mengalahkan mereka. Pun saat uji coba lawan Gresik United di Lapangan Randubango Mojosari bulan lalu, kami juga mampu menang tipis. Hanya Bojonegoro FC saja yang belum kami hadapi,’’ tandasnya.
Dari pengalaman itu, bisa dipastikan peluang SM lolos dari fase grup sangat terbuka. Bisa jadi perlawanan berat mulai dirasakan anak asuh Heru Setiawan dkk ketika menginjak semifinal hingga final.
Di mana, mereka dituntut mampu melewati salah satu atau dua tim di grup A yang dihuni tim-tim Liga 1 putri. Artinya, dilihat dari segi kualitas, permainan SM bisa jadi sudah selevel dengan tim-tim Liga 1. Sehingga perlu diantisipasi oleh manajemen dan pelatih dalam meramu komposisi tim agar bisa tampil prima di setiap pertandingan.
Hingga akhirnya mampu mengantongi semua kemenangan sebagai syarat lolos ke fase nasional. ’’Di Piala Pertiwi kali ini kan ada batasan usia. Kami punya pemain di semua kategori usia, sementara mereka (tim luga 1 putri) terbatas,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Optimistis Lampaui Angkatan Tertinggi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sekian lama ditunggu, skuad putri Srikandi Majapahit (SM) kembali bersaing di kompetisi resmi. Mulai 11 Maret nanti, tim yang berevolusi dengan nama Mojosari Putri FC ini akan turun di Piala Pertiwi musim 2022, di Malang.
Tak tanggung-tanggung, tim-tim Liga 1 putri asal Jatim bakal menjadi lawan mainnya di kompetisi amatir tersebut. Persebaya putri, Arema Women, dan Persela Putri turut andil dalam kompetisi nonprofesional ini setelah Liga 1 putri ditiadakan PSSI.
Meski mendapat lawan tangguh, namun tim asuhan Heru Setiawan ini tak gentar sedikitpun saat menghadapinya. Nama besar lawan tak menjadi halangan bagi Manda Prima dkk dalam menjaga eksistensinya untuk bisa menggapai hingga ke level nasional. Cara ini sekaligus untuk mengenalkan SM sebagai tempat lahirnya sejumlah pemain putri berbakat di Jatim. ’’Optimis dan yakinlah, Insya Allah kami bisa lolos semifinal hingga final. Komposisi tim kami sangat tersedia di semua kategori usia,’’ tegas sekretaris manajemen SM, Alfiyah Berliyana kemarin.
Keyakinan tersebut bukannya tanpa alasan. Di mana, jalan SM lolos ke final sangat terbuka lebar. Betapa tidak, tergabung di grup B, lawan main Manda Prima dkk dinilai cukup mudah dipatahkan. Persewangi Banyuwangi, Bojonegoro FC dan Gresik United FC dianggap Alfiyah sebagai lawan yang memiliki kualitas permainan dibawah mereka.
Penilaian tersebut bahkan sempat dibuktikan SM saat uji coba dengan dua tim pesaing yang hasilnya dipetik SM dengan dua kali kemenangan sekaligus. ’’Kami sempat main lawan Persewangi di turnamen open di Malang tahun lalu dan kami mampu mengalahkan mereka. Pun saat uji coba lawan Gresik United di Lapangan Randubango Mojosari bulan lalu, kami juga mampu menang tipis. Hanya Bojonegoro FC saja yang belum kami hadapi,’’ tandasnya.
Dari pengalaman itu, bisa dipastikan peluang SM lolos dari fase grup sangat terbuka. Bisa jadi perlawanan berat mulai dirasakan anak asuh Heru Setiawan dkk ketika menginjak semifinal hingga final.
Di mana, mereka dituntut mampu melewati salah satu atau dua tim di grup A yang dihuni tim-tim Liga 1 putri. Artinya, dilihat dari segi kualitas, permainan SM bisa jadi sudah selevel dengan tim-tim Liga 1. Sehingga perlu diantisipasi oleh manajemen dan pelatih dalam meramu komposisi tim agar bisa tampil prima di setiap pertandingan.
Hingga akhirnya mampu mengantongi semua kemenangan sebagai syarat lolos ke fase nasional. ’’Di Piala Pertiwi kali ini kan ada batasan usia. Kami punya pemain di semua kategori usia, sementara mereka (tim luga 1 putri) terbatas,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Nasib Dua Pemain Srikandi Majapahit Menggantung

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/