Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Sportainment
icon featured
Sportainment

Nasib Persem Terselamatkan

Manajemen Lunasi Tunggakan Gaji

08 Oktober 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Nasib Persem Terselamatkan

DAMAI: Eks Pelatih Persem Mojokerto, Hartono menyampaikan klarifikasinya saat berhadapan dengan Wali Kota Mojokerto usai pelunasan tunggakan gaji selama melatih Laskar Damarwulan musim 2018 lalu. (Farisma Romawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Manajemen akhirnya membayar seluruh tunggakan gaji tiga pelatihnya yang tidak terbayar di musim 2018 lalu. Dengan pelunasan tersebut, ancaman tak bisa merumput di ajang Liga 3, tak lagi membayangi Laskar Damarwulan ini.

Dalam pelunasan kemarin, tiga eks pelatih, Hartono (pelatih kepala), Iwan Suprijanto (pelatih kiper) dan Khusnul Yuli (asisten pelatih) dihadirkan manajemen saat sowan ke Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Ketiganya bersedia datang ke Mojokerto atas itikad baik manajemen yang ingin memperbaiki pegelolaan Persem menjadi lebih profesional lagi.

Ketiganya sempat mengklarifikasi soal penagihan hak mereka yang terpaksa dilontarkan ke Asprov PSSI. Di mana, langkah tersebut didasari untuk mendapat rasa keadilan atas jerih payahnya dalam menangani Persem saat 2018 lalu yang belum dibayar sesuai dengan nilai yang disepakati. ’’Seperti yang kami sampaikan sejak awal, semua bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik asal ada itikad baik. Dan akhirnya kini semuanya sudah clear,’’ terang eks pelatih Persem, Hartono kemarin.

Baca juga: Selesaikan Kisruh Askot PSSI di Kongres Tahunan

Meski begitu, mantan legenda Persebaya mengakui jika nilai yang dibayarkan manajemen tidak utuh seperti nominal seharusnya. Yakni sebesar Rp 68 juta untuk tiga orang.

Hanya saja, hal itu ternyata bukanlah batu sandungan dalam penyelesaian tunggakan. Ketiga pelatih mengaku sudah cukup puas atas upaya dan kesanggupan manajemen dalam melunasi tunggakan gaji meski tidak utuh. ’’Kami bukan semata-mata untuk mencari persoalan, tapi memang apa yang sudah menjadi hak kami, pasti kami perjuangkan,’’ tegasnya.

Dengan pelunasan ini, Persem telah terhindar dari sanksi pencoretan sebagai peserta Liga 3. Artinya, Persem sudah leluasa menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi amatir yang akan dimulai 3 November mendatang.

Bahkan, manajemen kini juga mendapat support dari Pemkot Mojokerto dalam mengarungi kerasnya kompetisi nanti. Yakni berupa penyediaan mes dan bus sebagai sarana tempat tinggal dan transportasi pemain. Tidak menutup kemungkinan, Ning Ita secara pribadi juga mengupayakan sponsor untuk kelangsungan kehidupan skuad Badai Biru selama mengarungi Liga kasta terbawah sepak bola Indonesia nanti. ’’Semangatnya sekarang adalah bagaimana Persem bisa merumput kembali di Liga 3. Berbagai kebutuhan yang diperlukan tim menjelang kompetisi akan kami cukupi semua, termasuk dukungan untuk sponsor,’’ pungkas Ning Ita. (far/ron)

(mj/far/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia