alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Putar Otak Cari Formulasi Terbaik

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Uji coba melawan pebiliar profesional di Surabaya beberapa waktu lalu menjadi evaluasi besar Pengkot POBSI Mojokerto. Meski kualitas lawan tak bisa dibandingkan, namun Pengkot POBSI mampu memetik potensi tujuh pebiliarnya binaannya. Bahkan, otak-atik pebiliar mulai dilakukan Pengkot POBSI sesuai potensi perolehan medali yang akan direbut di nomor dan kelas spesialisasinya.
Otak-atik ini untuk memastikan target prestasi yang dibebankan kepada tujuh pebiliar di Porprov nanti. Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengatakan, otak-atik lebih diutamakan pada nomor perorangan putra. Di mana, I Gede Arya yang selama ini sebagai satu-satunya andalan utama, bakal ditemani satu pebiliar lagi yang memiliki kompetensi hampir sama.
Mochammad Taufik, pebiliar yang baru bergabung 7 bulan terakhir mulai di coba dengan nomor perorangan, khususnya di bola 9 dan bola 8. Di mana, nomor ini sebelumnya hanya diikuti I Gede Arya sendiri. ’’Kami masih mencari formulasi yang tepat sesuai peluang di Porprov. Jangan sampai kami turun dan mendapat lawan yang berat, khususnya di nomor perorangan seperti bola 8, bola 9, dan bola 10,’’ terangnya. Dengan utak-atik ini, maka tugas Arya kedepan bakal semakin ringan. Di mana, dia kemungkinan besar hanya dipasang di dua nomor saja, yakni bola 8 dan 10.
Sementara Taufik bisa diturunkan di bola 9 dan juga bola 8. Bahkan, keduanya juga bisa ditandemkan di nomor double. Sehingga potensi dan peluang pebiliar merebut medali semakin besar. ’’Kalau ditandemkan, berarti mereka bisa main di nomor double. Sementara ini kami hanya punya satu pasangan double tetap, yakni Brian dan Ifani,’’ tandasnya.
Pun demikian juga di sektor putri, pria yang akrab disapa Bejo ini juga mengutak-atik dua pebiliar sesuai kualitas skill di nomor spesialisasinya. Nurma Ulifatul yang lebih dulu eksis di Porprov bakal turun di single bola 9. Sementara Shinta Praditina akan ditandemkan dengan Nurma di nomor ganda bola 9. ’’Sementara yang sudah bisa dipetakan baru nomor itu. Namun belum bisa kami tetapkan, karena bisa berubah sewaktu-waktu,’’ ujar Bejo.
Komposisi tim biliar kini diisi 7 atlet putra dan putri. Selain Mochammad Taufik, I Gede Arya, Brilian Fadiansyah, Muchamad Ifani, Nurma Ulifatul, dan Shinta Praditina, ada pula Akhzal yang sudah menjalani TC sejak pertengahan tahun lalu. Di Porprov nanti, ketujuh pebiliar akan diturunkan di beberapa nomor, mulai dari tunggal putra/putri bola 9 dan 10 serta ganda putra/putri bola 9 dan 10. ’’Untuk yang bermain ganda, kami masih bisa handle sendiri. Kami butuh lawan yang lebih profesional lagi,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Lakukan Uji Kualitas Air dan Udara

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Uji coba melawan pebiliar profesional di Surabaya beberapa waktu lalu menjadi evaluasi besar Pengkot POBSI Mojokerto. Meski kualitas lawan tak bisa dibandingkan, namun Pengkot POBSI mampu memetik potensi tujuh pebiliarnya binaannya. Bahkan, otak-atik pebiliar mulai dilakukan Pengkot POBSI sesuai potensi perolehan medali yang akan direbut di nomor dan kelas spesialisasinya.
Otak-atik ini untuk memastikan target prestasi yang dibebankan kepada tujuh pebiliar di Porprov nanti. Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengatakan, otak-atik lebih diutamakan pada nomor perorangan putra. Di mana, I Gede Arya yang selama ini sebagai satu-satunya andalan utama, bakal ditemani satu pebiliar lagi yang memiliki kompetensi hampir sama.
Mochammad Taufik, pebiliar yang baru bergabung 7 bulan terakhir mulai di coba dengan nomor perorangan, khususnya di bola 9 dan bola 8. Di mana, nomor ini sebelumnya hanya diikuti I Gede Arya sendiri. ’’Kami masih mencari formulasi yang tepat sesuai peluang di Porprov. Jangan sampai kami turun dan mendapat lawan yang berat, khususnya di nomor perorangan seperti bola 8, bola 9, dan bola 10,’’ terangnya. Dengan utak-atik ini, maka tugas Arya kedepan bakal semakin ringan. Di mana, dia kemungkinan besar hanya dipasang di dua nomor saja, yakni bola 8 dan 10.
Sementara Taufik bisa diturunkan di bola 9 dan juga bola 8. Bahkan, keduanya juga bisa ditandemkan di nomor double. Sehingga potensi dan peluang pebiliar merebut medali semakin besar. ’’Kalau ditandemkan, berarti mereka bisa main di nomor double. Sementara ini kami hanya punya satu pasangan double tetap, yakni Brian dan Ifani,’’ tandasnya.
Pun demikian juga di sektor putri, pria yang akrab disapa Bejo ini juga mengutak-atik dua pebiliar sesuai kualitas skill di nomor spesialisasinya. Nurma Ulifatul yang lebih dulu eksis di Porprov bakal turun di single bola 9. Sementara Shinta Praditina akan ditandemkan dengan Nurma di nomor ganda bola 9. ’’Sementara yang sudah bisa dipetakan baru nomor itu. Namun belum bisa kami tetapkan, karena bisa berubah sewaktu-waktu,’’ ujar Bejo.
Komposisi tim biliar kini diisi 7 atlet putra dan putri. Selain Mochammad Taufik, I Gede Arya, Brilian Fadiansyah, Muchamad Ifani, Nurma Ulifatul, dan Shinta Praditina, ada pula Akhzal yang sudah menjalani TC sejak pertengahan tahun lalu. Di Porprov nanti, ketujuh pebiliar akan diturunkan di beberapa nomor, mulai dari tunggal putra/putri bola 9 dan 10 serta ganda putra/putri bola 9 dan 10. ’’Untuk yang bermain ganda, kami masih bisa handle sendiri. Kami butuh lawan yang lebih profesional lagi,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Habiskan Waktu di Gym

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/