alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Siapkan Formasi Alternatif

Hindari Strategi Terbaca Lawan
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang keberangkatan tim sepak bola Porprov Kabupaten Mojokerto menuju Jember, pemusatan latihan kian diintensifkan. Mochammad Firman dkk terus digembleng dengan strategi baru sebagai modal bertarung di sengitnya persaingan babak penyisihan grup D Porprov VII.

Tambahan strategi ini sebagai alternatif agar permainan mereka tidak mudah dibaca lawan. Strategi baru tersebut adalah game plan atau formasi 4-4-2 yang cenderung flat saat dimainkan. Meski polanya datar, namun tim pelatih cukup tertarik menerapkan pola tersebut selama berlaga di Porprov nanti.

Ketertarikan ini ditujukan agar permainan tim lebih variatif. Sehingga, tim lawan sulit mengantisipasi serangan yang dilancarkan. ’’Ini (pola 4-4-2) sebagai alternatif saja, agar permainan kami lebih berwarna dan variatif,’’ ujar pelatih kepala tim Porprov, Sigit Ari Pramono kemarin.

Sigit mengaku jika variasi permainan tersebut tidak pernah ia terapkan sebelumnya. Bahkan, di babak praporprov kemarin, Sigit selalu mengandalkan formasi paten, yakni 4-3-3 yang kecenderungannya mobile sehingga banyak menguras energi pemain.

Baca Juga :  KONI Kabupaten Percaya Diri Bakal Rebut Lima Emas

Kelemahan itu pun terbukti ketika timnya dikalahkan tuan rumah Kota Malang dengan skor 3-0 di laga kedua praporprov. Padahal, diukur dari penguasaan bolanya, anak asuhnya cukup mendominasi, namun tak satu pun gol mampu dilesakkan.

Sebagai langkah perbaikan, Sigit lantas mengkombinasikan dua formasi dalam satu pertandingan. Di mana, pola yang dimainkan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. ’’Perubahan nanti banyak di sisi tengah dan depan atau saat kami sedang ofensif. Tapi kami lihat kondisi dulu, jika memang perlu perubahan di tengah pertandingan, maka bisa kami ubah seketika,’’ tandasnya.

Namun, Sigit belum bisa menjamin apakah variasi serangan itu bisa efektif diterapkan atau tidak. Sebab, waktu persiapan semakin mendesak, sementara pemahaman pemain terhadap pola baru itu baru berjalan 70 persen. Sehingga perlu langkah percepatan agar pemain bisa memainkan strategi baru itu sesuai dengan perannya masing-masing. ’’Saat ini sudah jalan 70 persen, hal ini terlihat dari uji coba kami saat melawan tim lokal. Tapi memang masih perlu peningkatan dan pembenahan,’’ imbuhnya. Lawan yang akan dihadapi Mojokerto di grup D Porprov nanti terhitung cukup berat.

Baca Juga :  Kecolongan Set Piece Tim Kota Malang

Sidoarjo, Kota Pasuruan, dan Banyuwangi menjadi lawan dengan kualitas skill dan performa paling stabil. Ketiganya juga memiliki skuad dengan mental tangguh. Artinya, perlu ada perubahan efektif dari cara bermain skuadnya agar tidak mudah dibaca tim lawan. ’’Mereka semua berpengalaman mengadapi tekanan di kandang sendiri. Artinya, mereka sangat tangguh baik secara kolektifitas permainan maupun mental tanding,’’ pungkas Sigit. (far/ron)

Hindari Strategi Terbaca Lawan
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang keberangkatan tim sepak bola Porprov Kabupaten Mojokerto menuju Jember, pemusatan latihan kian diintensifkan. Mochammad Firman dkk terus digembleng dengan strategi baru sebagai modal bertarung di sengitnya persaingan babak penyisihan grup D Porprov VII.

Tambahan strategi ini sebagai alternatif agar permainan mereka tidak mudah dibaca lawan. Strategi baru tersebut adalah game plan atau formasi 4-4-2 yang cenderung flat saat dimainkan. Meski polanya datar, namun tim pelatih cukup tertarik menerapkan pola tersebut selama berlaga di Porprov nanti.

Ketertarikan ini ditujukan agar permainan tim lebih variatif. Sehingga, tim lawan sulit mengantisipasi serangan yang dilancarkan. ’’Ini (pola 4-4-2) sebagai alternatif saja, agar permainan kami lebih berwarna dan variatif,’’ ujar pelatih kepala tim Porprov, Sigit Ari Pramono kemarin.

Sigit mengaku jika variasi permainan tersebut tidak pernah ia terapkan sebelumnya. Bahkan, di babak praporprov kemarin, Sigit selalu mengandalkan formasi paten, yakni 4-3-3 yang kecenderungannya mobile sehingga banyak menguras energi pemain.

Baca Juga :  Haus Sparing, Cari Tim Lokal

Kelemahan itu pun terbukti ketika timnya dikalahkan tuan rumah Kota Malang dengan skor 3-0 di laga kedua praporprov. Padahal, diukur dari penguasaan bolanya, anak asuhnya cukup mendominasi, namun tak satu pun gol mampu dilesakkan.

Sebagai langkah perbaikan, Sigit lantas mengkombinasikan dua formasi dalam satu pertandingan. Di mana, pola yang dimainkan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. ’’Perubahan nanti banyak di sisi tengah dan depan atau saat kami sedang ofensif. Tapi kami lihat kondisi dulu, jika memang perlu perubahan di tengah pertandingan, maka bisa kami ubah seketika,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Namun, Sigit belum bisa menjamin apakah variasi serangan itu bisa efektif diterapkan atau tidak. Sebab, waktu persiapan semakin mendesak, sementara pemahaman pemain terhadap pola baru itu baru berjalan 70 persen. Sehingga perlu langkah percepatan agar pemain bisa memainkan strategi baru itu sesuai dengan perannya masing-masing. ’’Saat ini sudah jalan 70 persen, hal ini terlihat dari uji coba kami saat melawan tim lokal. Tapi memang masih perlu peningkatan dan pembenahan,’’ imbuhnya. Lawan yang akan dihadapi Mojokerto di grup D Porprov nanti terhitung cukup berat.

Baca Juga :  KONI Kabupaten Percaya Diri Bakal Rebut Lima Emas

Sidoarjo, Kota Pasuruan, dan Banyuwangi menjadi lawan dengan kualitas skill dan performa paling stabil. Ketiganya juga memiliki skuad dengan mental tangguh. Artinya, perlu ada perubahan efektif dari cara bermain skuadnya agar tidak mudah dibaca tim lawan. ’’Mereka semua berpengalaman mengadapi tekanan di kandang sendiri. Artinya, mereka sangat tangguh baik secara kolektifitas permainan maupun mental tanding,’’ pungkas Sigit. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/