alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Habiskan Waktu di Gym

Atlet Basket Selama Ramadan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cara berbeda dijalani cabor basket Kabupaten Mojokerto dalam program latihannya selama Ramadan. Mereka justru lebih memforsir tenaga para pemain dengan latihan di pusat kebugaran atau gym. Latihan ini dimaksudkan agar kondisi fisik para pemain tetap terjaga meski dalam suasana puasa.

Meski dihabiskan di pusat kebugaran, namun Pengkab Perbasi Mojokerto tak lantas menghabiskan seluruh energi para pemain. Penyesuaian jadwal tetap diberlakukan agar stamina para pemain tetap bertahan tanpa banyak terkuras. Yakni dengan latihan pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Ketua Harian Pengkab Perbasi Mojokerto, Mochammad Al Amin mengatakan, latihan gym dimaksudkan agar performa pemain tetap stabil. Stabilitas ini juga ditujukan agar pola permainan tim tak banyak berubah pasca Ramadan nanti. Sehingga, tim pelatih bisa langsung mengembalikan performa tim dengan tiga pondasi sebagai kekuatan utama. Yakni fisik, teknik, dan mental.

Baca Juga :  Awal Mei Ditarget Tuntas

Bahkan, stamina mendapat perhatian paling besar mengingat permainan basket lebih banyak didominasi oleh kekuatan fisik. Sehingga, harus dipertahankan meski dalam suasana ibadah puasa. ’’Yang paling penting justru fisik para pemain senior ini yang harus dijaga betul agar bisa stabil. Jadwalnya kami sesuaikan setiap sore hari dengan durasi maksimal dua jam,’’ tandasnya.

Sejatinya, Pengkab Perbasi sudah mengagendakan program uji coba untuk mengisi jeda waktu penundaan praporprov dan Ramadan. Yakni menggelar turnamen segi empat dengan mengajak beberapa tim daerah. Akan tetapi, belum sampai turnamen dibunyikan, sejumlah tim bidikan mengaku mengalami krisis keuangan. Tuban, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan menyatakan tidak bisa bergabung lantaran dilanda krisis anggaran operasional.

Baca Juga :  Kans Ikut Liga Kian Terbuka

Sehingga, memaksa mereka harus berhemat dengan tidak bertandang keluar kota. ’’Tuban, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan sama-sama berdalih anggarannya menipis karena penundaan jadwal praporprov. Sampai sekarang pun mereka belum memutuskan ikut turnamen segi empat atau tidak karena harus menyesuaikan dengan anggaran kebutuhan yang dikeluarkan,’’ pungkasnya. (far/ron)

Atlet Basket Selama Ramadan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cara berbeda dijalani cabor basket Kabupaten Mojokerto dalam program latihannya selama Ramadan. Mereka justru lebih memforsir tenaga para pemain dengan latihan di pusat kebugaran atau gym. Latihan ini dimaksudkan agar kondisi fisik para pemain tetap terjaga meski dalam suasana puasa.

Meski dihabiskan di pusat kebugaran, namun Pengkab Perbasi Mojokerto tak lantas menghabiskan seluruh energi para pemain. Penyesuaian jadwal tetap diberlakukan agar stamina para pemain tetap bertahan tanpa banyak terkuras. Yakni dengan latihan pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Ketua Harian Pengkab Perbasi Mojokerto, Mochammad Al Amin mengatakan, latihan gym dimaksudkan agar performa pemain tetap stabil. Stabilitas ini juga ditujukan agar pola permainan tim tak banyak berubah pasca Ramadan nanti. Sehingga, tim pelatih bisa langsung mengembalikan performa tim dengan tiga pondasi sebagai kekuatan utama. Yakni fisik, teknik, dan mental.

Baca Juga :  Dapat Wildcard, Tetap Pantau Pertandingan

Bahkan, stamina mendapat perhatian paling besar mengingat permainan basket lebih banyak didominasi oleh kekuatan fisik. Sehingga, harus dipertahankan meski dalam suasana ibadah puasa. ’’Yang paling penting justru fisik para pemain senior ini yang harus dijaga betul agar bisa stabil. Jadwalnya kami sesuaikan setiap sore hari dengan durasi maksimal dua jam,’’ tandasnya.

Sejatinya, Pengkab Perbasi sudah mengagendakan program uji coba untuk mengisi jeda waktu penundaan praporprov dan Ramadan. Yakni menggelar turnamen segi empat dengan mengajak beberapa tim daerah. Akan tetapi, belum sampai turnamen dibunyikan, sejumlah tim bidikan mengaku mengalami krisis keuangan. Tuban, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan menyatakan tidak bisa bergabung lantaran dilanda krisis anggaran operasional.

Baca Juga :  Kans Ikut Liga Kian Terbuka
- Advertisement -

Sehingga, memaksa mereka harus berhemat dengan tidak bertandang keluar kota. ’’Tuban, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan sama-sama berdalih anggarannya menipis karena penundaan jadwal praporprov. Sampai sekarang pun mereka belum memutuskan ikut turnamen segi empat atau tidak karena harus menyesuaikan dengan anggaran kebutuhan yang dikeluarkan,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/