alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Fisik Atlet Kedodoran, Kontingen Kabupaten Mojokerto Dievaluasi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menempati peringkat 25 dari 38 kontingen di klasemen akhir Porprov VII, telah memperbaiki prestasi kontingen Kabupaten Mojokerto di ajang Porprov sebelumnya. Akan tetapi, hasil tersebut masih belum cukup memuaskan KONI Kabupaten Mojokerto.

Semangat perbaikan terus digelorakan guna meningkatkan gengsi Kabupaten Mojokerto di Porprov VIII tahun depan. Bahkan evaluasi langsung digeber KONI meski Porprov VII baru berakhir, Minggu (3/7). Yang paling vital adalah dengan memperbaiki kekuatan fisik atlet.

Bahkan KONI menyebutkan masa pembenahan butuh hingga 12 bulan lamanya. Kebutuhan itu agar semua atlet mampu bersaing di level atas persaingan merebut medali emas.

’’Secara general, kami mengakui banyak atlet kami yang fisiknya masih lemah. Makanya kami ingin semua cabor mampu meningkatkan stamina atlet agar bisa konsisten sampai di babak final,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Baca Juga :  Ini Lima Gunung yang Layak Didaki untuk Rayakan Momen Kemerdekaan Indonesia

Suher tak menampik, dari kualitas skill, 222 atlet yang diturunkan sudah cukup bersaing. Hanya saja, untuk bisa menyodok ke babak final tidak sekedar butuh modal skill saja. Fisik nyatanya juga menjadi modal utama, khususnya bagi cabor beregu dan bela diri yang 60 persen mengandalkan kekuatan tubuh dan stamina yang prima.

Nah, modal ini yang ia anggap belum terlalu siginfikan peningkatannya. Sehingga butuh perbaikan di sisa waktu setahun jelang Porprov VIII nanti.

’’Kebanyakan atlet staminanya menurun di babak kedua atau pasca babak lolos dari babak penyisihan. Atau juga banyak cedera saat menjelang babak final. Modal fisik ini nanti yang harus kami perkuat lagi agar bisa konsisten sampai di final,’’ tandasnya. Meski sudah dievaluasi, namun Suher tidak langsung menggeber perbaikan guna persiapan menatap Porprov.

Baca Juga :  Haus Sparing, Cari Tim Lokal

Dirinya masih memberikan waktu sebulan kedepan bagi cabor dan atlet untuk istirahat pasca berjuang penuh di Porprov VII, dua pekan kemarin. Setelah itu, pihaknya langsung mengumpulkan masing-masing cabor untuk merumuskan kembali program training center (TC). Untuk persiapan kontingen sekaligus kepanitiaan Porprov VIII. Mengingat Kabupaten Mojokerto ditunjuk sebagai salah tuan rumahnya.

’’Di Porprov VIII nanti kami bertindak sebagai tuan rumah. Pastinya gengsi prestasi juga ditingkatkan agar bisa sampai di klasemen atas Porprov,’’ pungkasnya. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menempati peringkat 25 dari 38 kontingen di klasemen akhir Porprov VII, telah memperbaiki prestasi kontingen Kabupaten Mojokerto di ajang Porprov sebelumnya. Akan tetapi, hasil tersebut masih belum cukup memuaskan KONI Kabupaten Mojokerto.

Semangat perbaikan terus digelorakan guna meningkatkan gengsi Kabupaten Mojokerto di Porprov VIII tahun depan. Bahkan evaluasi langsung digeber KONI meski Porprov VII baru berakhir, Minggu (3/7). Yang paling vital adalah dengan memperbaiki kekuatan fisik atlet.

Bahkan KONI menyebutkan masa pembenahan butuh hingga 12 bulan lamanya. Kebutuhan itu agar semua atlet mampu bersaing di level atas persaingan merebut medali emas.

’’Secara general, kami mengakui banyak atlet kami yang fisiknya masih lemah. Makanya kami ingin semua cabor mampu meningkatkan stamina atlet agar bisa konsisten sampai di babak final,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Baca Juga :  Jangan Mudah Terpancing Emosi

Suher tak menampik, dari kualitas skill, 222 atlet yang diturunkan sudah cukup bersaing. Hanya saja, untuk bisa menyodok ke babak final tidak sekedar butuh modal skill saja. Fisik nyatanya juga menjadi modal utama, khususnya bagi cabor beregu dan bela diri yang 60 persen mengandalkan kekuatan tubuh dan stamina yang prima.

Nah, modal ini yang ia anggap belum terlalu siginfikan peningkatannya. Sehingga butuh perbaikan di sisa waktu setahun jelang Porprov VIII nanti.

- Advertisement -

’’Kebanyakan atlet staminanya menurun di babak kedua atau pasca babak lolos dari babak penyisihan. Atau juga banyak cedera saat menjelang babak final. Modal fisik ini nanti yang harus kami perkuat lagi agar bisa konsisten sampai di final,’’ tandasnya. Meski sudah dievaluasi, namun Suher tidak langsung menggeber perbaikan guna persiapan menatap Porprov.

Baca Juga :  Replika Jung Majapahit, Ikon Baru di Pemandian Sekarsari

Dirinya masih memberikan waktu sebulan kedepan bagi cabor dan atlet untuk istirahat pasca berjuang penuh di Porprov VII, dua pekan kemarin. Setelah itu, pihaknya langsung mengumpulkan masing-masing cabor untuk merumuskan kembali program training center (TC). Untuk persiapan kontingen sekaligus kepanitiaan Porprov VIII. Mengingat Kabupaten Mojokerto ditunjuk sebagai salah tuan rumahnya.

’’Di Porprov VIII nanti kami bertindak sebagai tuan rumah. Pastinya gengsi prestasi juga ditingkatkan agar bisa sampai di klasemen atas Porprov,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/