alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Perintahkan 25 Cabor Tetap Latihan

KONI Hadapi Porprov di Tengah Puasa

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ibadah puasa di tengah-tengah persiapan menghadapi Porprov tak lantas menjadi penghalang atlet dalam melanjutkan proses training center (TC). KONI Kabupaten Mojokerto tetap menginstruksikan kepada 25 cabor agar terus melangsungkan latihan rutin meski dengan penyesuaian durasi dan waktu dari jadwal sebelumnya.

Instruksi itu agar performa atlet tetap stabil. Sehingga ikhtiar mempersembahkan medali sebanyak mungkin sebagai cara memperbaiki peringkat kontingen Kabupaten Mojokerto menuju 20 besar bisa terealisasi.

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto, mengatakan, latihan tetap harus menjadi prioritas utama apa pun situasinya. Kermasuk ketika puasa. Namun, durasi dan tensinya bisa dikurangi atau disesuaikan dari jadwal sebelumnya. Penyesuaian ini agar energi atlet tidak terkuras. Sehingga tetap bisa menjalankan latihan bersamaan dengan menunaikan puasa. ’’Kami memberikan atensi khusus agar cabor tetap menjalankan aktivitas latihan meskipun dalam suasana ibadah puasa. Karena dengan latihan, performa atlet tetap terjaga,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Terbukti Indisipliner, Langsung Dicoret

Suher bahkan akan memberikan sanksi bagi cabor dan atlet yang tidak menjalankan instruksi. Bahkan, ancaman pencoretan dari proyeksi Porprov bisa saja diberikan jika tigkat indispliner sudah dianggap keterlaluan. Sehingga bisa memengaruhi performa hingga proyeksi perolehan medali yang akan diraih. ’’Kalau pun ada yang tidak disiplin, kami siap memberikan sanksi. Tapi akan kami kumpulkan dulu setiap cabor,’’ tandasnya.

Suher juga menegaskan, shock therapy ini bukannya tanpa alasan. Ini tak lepas tuntutannya untuk bisa membuktikan atlet dan cabor di Kabupaten bisa berprestasi lagi. Pembuktian itu tak sekadar slogan, tapi juga direalisasikan dengan nyata. Bahkan, pihaknya siap menagih setiap cabor sesuai biaya operasional yang sudah dikeluarkan selama proses TC. ’’Kan kami juga dituntut terukur dan terstruktur dalam merealisasikan prestasi sesuai hibah yang diberikan Pemkab Mojokerto,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tagih Manajemen, Suporter PSMP Luruk KONI

Di Porprov nanti, KONI menargetkan perbaikan peringkat. Yakni, naik ke posisi 20 besar dari 38 daerah peserta Porprov VII yang berlangsung di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo itu. Atau naik 10 tingkat dari Porprov sebelumnya yang bertengger di posisi 30 klasemen perolehan medali. ’’Jika mampu meraih medali banyak, keuntungan pastinya akan dirasakan sendiri oleh atlet dan cabornya, bukan KONI,’’ pungkasnya. (far/abi)

KONI Hadapi Porprov di Tengah Puasa

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ibadah puasa di tengah-tengah persiapan menghadapi Porprov tak lantas menjadi penghalang atlet dalam melanjutkan proses training center (TC). KONI Kabupaten Mojokerto tetap menginstruksikan kepada 25 cabor agar terus melangsungkan latihan rutin meski dengan penyesuaian durasi dan waktu dari jadwal sebelumnya.

Instruksi itu agar performa atlet tetap stabil. Sehingga ikhtiar mempersembahkan medali sebanyak mungkin sebagai cara memperbaiki peringkat kontingen Kabupaten Mojokerto menuju 20 besar bisa terealisasi.

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto, mengatakan, latihan tetap harus menjadi prioritas utama apa pun situasinya. Kermasuk ketika puasa. Namun, durasi dan tensinya bisa dikurangi atau disesuaikan dari jadwal sebelumnya. Penyesuaian ini agar energi atlet tidak terkuras. Sehingga tetap bisa menjalankan latihan bersamaan dengan menunaikan puasa. ’’Kami memberikan atensi khusus agar cabor tetap menjalankan aktivitas latihan meskipun dalam suasana ibadah puasa. Karena dengan latihan, performa atlet tetap terjaga,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Terbukti Indisipliner, Langsung Dicoret

Suher bahkan akan memberikan sanksi bagi cabor dan atlet yang tidak menjalankan instruksi. Bahkan, ancaman pencoretan dari proyeksi Porprov bisa saja diberikan jika tigkat indispliner sudah dianggap keterlaluan. Sehingga bisa memengaruhi performa hingga proyeksi perolehan medali yang akan diraih. ’’Kalau pun ada yang tidak disiplin, kami siap memberikan sanksi. Tapi akan kami kumpulkan dulu setiap cabor,’’ tandasnya.

Suher juga menegaskan, shock therapy ini bukannya tanpa alasan. Ini tak lepas tuntutannya untuk bisa membuktikan atlet dan cabor di Kabupaten bisa berprestasi lagi. Pembuktian itu tak sekadar slogan, tapi juga direalisasikan dengan nyata. Bahkan, pihaknya siap menagih setiap cabor sesuai biaya operasional yang sudah dikeluarkan selama proses TC. ’’Kan kami juga dituntut terukur dan terstruktur dalam merealisasikan prestasi sesuai hibah yang diberikan Pemkab Mojokerto,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dapat Wildcard, Tetap Pantau Pertandingan
- Advertisement -

Di Porprov nanti, KONI menargetkan perbaikan peringkat. Yakni, naik ke posisi 20 besar dari 38 daerah peserta Porprov VII yang berlangsung di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo itu. Atau naik 10 tingkat dari Porprov sebelumnya yang bertengger di posisi 30 klasemen perolehan medali. ’’Jika mampu meraih medali banyak, keuntungan pastinya akan dirasakan sendiri oleh atlet dan cabornya, bukan KONI,’’ pungkasnya. (far/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/