alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Wednesday, August 10, 2022

Rapikan Pembinaan Cabor Silat Tingkat Pelajar Kabupaten Mojokerto

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Terpuruknya prestasi cabor silat Kabupaten Mojokerto di Porprov VII, menjadi evaluasi besar di internal Pengkab IPSI Mojokerto. Sebagai induk para pesilat, mereka akan merombak metode pembinaannya mulai hulu sampai hilir. Termasuk merapikan pembinaan silat di tingkatan sekolah lewat program sentralisasi atlet. Program ini sekaligus untuk melancarkan regenerasi pesilat agar tidak terputus.

Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto, Samsul Muarifin mengatakan, program sentralisasi ditujukan agar konsentrasi dan konsistensi pesilat tidak buyar di tengah jalan. Khususnya pesilat pelajar mulai dari level SD, SMP hingga SMA yang selama ini kurang terorganisir. Ia mencontohkan, ketika pesilat lulus SD yang melanjutkan di level SMP namun kurang di-support sekolah dengan program ekstra kurikuler. Akibatnya, pelatihan sang atlet tidak terakomodir sehingga lama kelamaan atlet tercerabut dari aktivitasnya.

Baca Juga :  Sadio Mane Kembali Jadi Pemain Terbaik Afrika

’’Kami banyak menemui kendala seperti itu (atlet kurang terakomodir). Dan kendala itu sangat mempengaruhi program pembinaan silat secara terukur dan terstruktur,’’ terangnya.

Samsul meminta Dinas Pendidikan (dispendik) sebagai regulator pendidikan turut memperhatikan situasi tersebut. Termasuk menawarkan program integrasi pembinaan pesilat mulai dari level SD hingga SMA dalam satu kecamatan. Relasi ini untuk memudahkan pelajar melanjutkan sekolah sekaligus karir silatnya.

’’Kebetulan juara seleksi Olimpiade Olahraga dan Sains (O2SN) tingkat SD dan SMP akhir pekan kemarin di dominasi dari kecamatan Sooko. Saya kira mereka ke depan bisa tetap bersekolah di jenjang lebih tinggi tetap di kecamatan Sooko. Agar tetap dengan mudah berlatih tanpa harus dipisahkan jarak,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tangis Haru Tumpah di Hari Perdana Kunjungan Tatap Muka Lapas Mojokerto

Sejatinya, Pengkab IPSI sudah berupaya meregenerasi atlet dengan menggelar seleksi dan kejuaraan. Termasuk seleksi silat seni tunggal untuk O2SN yang digelar akhir pekan kemarin di padepokan IPSI, Desa/Kecamatan Gondang.

Diikuti 77 atlet yang terdiri dari 38 pesilat tingkat SD yang terbagi menjadi dua kategori, yakni 19 putra dan 19 putri. Serta 39 pesilat tingkat SMP yang juga terbagi 24 pesilat putri dan 15 pesilat putra. Dari 77 atlet itu, terpilih 4 terbaik yang akan dikirim ke level provinsi bulan depan. (far/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Terpuruknya prestasi cabor silat Kabupaten Mojokerto di Porprov VII, menjadi evaluasi besar di internal Pengkab IPSI Mojokerto. Sebagai induk para pesilat, mereka akan merombak metode pembinaannya mulai hulu sampai hilir. Termasuk merapikan pembinaan silat di tingkatan sekolah lewat program sentralisasi atlet. Program ini sekaligus untuk melancarkan regenerasi pesilat agar tidak terputus.

Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto, Samsul Muarifin mengatakan, program sentralisasi ditujukan agar konsentrasi dan konsistensi pesilat tidak buyar di tengah jalan. Khususnya pesilat pelajar mulai dari level SD, SMP hingga SMA yang selama ini kurang terorganisir. Ia mencontohkan, ketika pesilat lulus SD yang melanjutkan di level SMP namun kurang di-support sekolah dengan program ekstra kurikuler. Akibatnya, pelatihan sang atlet tidak terakomodir sehingga lama kelamaan atlet tercerabut dari aktivitasnya.

Baca Juga :  Hari Pertama PPDB SD/SMP lewat Jalur Zonasi, Pagu 22 Sekolah Langsung Penuh

’’Kami banyak menemui kendala seperti itu (atlet kurang terakomodir). Dan kendala itu sangat mempengaruhi program pembinaan silat secara terukur dan terstruktur,’’ terangnya.

Samsul meminta Dinas Pendidikan (dispendik) sebagai regulator pendidikan turut memperhatikan situasi tersebut. Termasuk menawarkan program integrasi pembinaan pesilat mulai dari level SD hingga SMA dalam satu kecamatan. Relasi ini untuk memudahkan pelajar melanjutkan sekolah sekaligus karir silatnya.

’’Kebetulan juara seleksi Olimpiade Olahraga dan Sains (O2SN) tingkat SD dan SMP akhir pekan kemarin di dominasi dari kecamatan Sooko. Saya kira mereka ke depan bisa tetap bersekolah di jenjang lebih tinggi tetap di kecamatan Sooko. Agar tetap dengan mudah berlatih tanpa harus dipisahkan jarak,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tiga Daerah Saling Berebut Pelaksanaan Pertandingan Porprov VIII

Sejatinya, Pengkab IPSI sudah berupaya meregenerasi atlet dengan menggelar seleksi dan kejuaraan. Termasuk seleksi silat seni tunggal untuk O2SN yang digelar akhir pekan kemarin di padepokan IPSI, Desa/Kecamatan Gondang.

- Advertisement -

Diikuti 77 atlet yang terdiri dari 38 pesilat tingkat SD yang terbagi menjadi dua kategori, yakni 19 putra dan 19 putri. Serta 39 pesilat tingkat SMP yang juga terbagi 24 pesilat putri dan 15 pesilat putra. Dari 77 atlet itu, terpilih 4 terbaik yang akan dikirim ke level provinsi bulan depan. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/