Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelang dan Kalung Jadi Penanda Status Sosial

Y

 


Advertisement

JEJAK ARKEOLOGIS: Panil relief kisah Sri Tanjung di dinding Pendopo Teras, kompleks Candi Penataran, Blitar.
JEJAK ARKEOLOGIS: Panil relief kisah Sri Tanjung di dinding Pendopo Teras, kompleks Candi Penataran, Blitar.
AKSESORI yang dipakai rakyat jelata pada masa Kerajaan Majapahit berbeda dengan kalangan bangsawan dan elite kerajaan. Variasi pada bentuk, jumlah, dan ukuran itu sekaligus menunjukkan kelas sosial yang tak sama.

Relief kisah Sri Tanjung di Pendapa Teras Candi Penataran, Blitar, bisa menjadi gambaran. Sri Tanjung yang digambarkan berbusana panjang dan selendang mengenakan gelang tebal di kedua tangannya.

Di lehernya, juga melingkar sebuah kalung mewah yang dilengkapi hiasan. ’’Gambaran ini berbeda dengan sosok pendeta perempuan yang hanya memakai gelang tipis dan tidak berkalung,’’ tutur Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana.

Advertisement

Penampilan sosok Sri Tanjung jelas pula berbeda dengan gaya petani di relief Candi Gambar Wetan yang hanya mengenakan anting dan gelang sederhana. Pun demikian dengan sosok wanita pada hiasan dinding Candi Kendalisodo di Trawas yang tak mengenakan aksesori sama sekali sehingga terkesan polos.

Tommy mengungkapkan, aksesori tubuh di masa Majapahit dianggap sebagai barang berharga. Karena itu tak semua orang bisa mengenakannya. Kalau pun ada, bentuknya jauh lebih sederhana dibanding kepunyaan kalangan kerajaan dan bangsawan.

’’Jadi penanda status sosial juga karena tidak semua orang memakainya. Hanya orang dari strata tertentu yang bisa punya,’’ tandasnya. (adi/fen)

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Jawa Pos Radar Mojokerto

Artikel Terkait

Peradaban Kota Majapahit Dihuni sejak Era Mataram Kuno

Peradaban Kota Majapahit Dihuni sejak Era Mataram Kuno

Peradaban di Trowulan sudah eksis jauh sebelum era Kerajaan Majapahit. Kawasan yang kini dikenal sebagai bekas Wilwatikta, Ibu Kota Majapahit, itu telah dihuni sejak masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar tiga abad sebelumny

Mengenal Maha Vihara Mojopahit: Sejarah Buddha Tidur di Tengah Pusat Kerajaan Majapahit

Mengenal Maha Vihara Mojopahit: Sejarah Buddha Tidur di Tengah Pusat Kerajaan Majapahit

Patung Buddha Tidur yang terletak di dalam kompleks Maha Vihara Mojopahit yang menggambarkan momen terakhir kehidupan Siddhartha Gautama yaitu sang buddha di dunia sebelum beliau wafat.

Teknologi Kendi Era Majapahit, Jadi Perlambang Air Susu Ibu Bumi

Teknologi Kendi Era Majapahit, Jadi Perlambang Air Susu Ibu Bumi

KEBERADAAN kendi di era Kerajaan Majapahit menunjukkan tingginya daya seni kreasi terakota masyarakat Nusantara pada masa 700 tahun silam. Lebih dari sekadar wadah air minum, kendi menjadi bagian yang tak terpisah dari n

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer