25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Jambore Taruna Budaya Jatim, 200 Pemuda Jadi Motor Pelestari Budaya

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan generasi pemuda dari 38 kabupaten/kota meramaikan Jambore Taruna Budaya Jawa Timur di Ubaya Training Center (UTC), Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Selama dua hari, mereka digembleng untuk disiapkan Disbudpar Pemprov Jatim sebagai motor penggerak pelestarian dan pemajuan kebudayaan di tiap daerahnya.

’’Kebudayaan itu perlu penguatan. Penguatannya antara lain sumber daya manusia lantaran yang memiliki budaya tak lain manusia itu sendiri,’’ ungkap Plt Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto saat membuka jambore yang diikuti 200 peserta, Senin (21/11) malam.

Sehingga, hemat Sinarto, pemahaman bagi generasi penerus dalam perkuatan kebudayaan menjadi sangat penting digencarkan memalui forum jambore seperti ini. Menurutnya, budaya itu ada yang namanya nilai. Nilai itulah yang mengantarkan orang punya kesejatian, punya harga diri, tatakrama, cara berpikir, berhubungan dengan sesama lingkungan, hingga berekspresi menyelamatkan lingkungan kehidupan. Termasuk berpolitik. ’’Maka dari itu, di forum ini mereka kita ajak memahami persoalan kebudayaan secara makro, sehingga mikronya itu menjadi penguat kebudayaan di negara kita, terutama di Jawa Timur dan tiap daerahnya masing-masing,’’ bebernya.

Baca Juga :  Sri Mulyani Perkirakan Kuota Solar dan Pertalite Bakal Habis Oktober

Pemerintah punya harapan besar terhadap 200 generasi muda dari berbagai daerah se-Jatim yang terlibat dan digembleng langsung dalam jambore ini. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Tidak hanya di daerahnya, melainkan juga pelosok desa-desa. ’’Outputnya, menjadi taruna yang paham kebudayaan. Lalu mampu berpikir kebaikan untuk bangsanya yang bersumber dari nilai kebudayaannya,’’ tegasnya.

Tentunya, lanjut Sinarto, juga sensitif dengan dinamika kehidupan global yang saat ini dipengaruhi berkebangnya informasi, tapi tetap bisa melakukan kehidupan dengan dinamis. Dan tetap membawa tata krama, tetap membawa tata nilai yang bisa mengunggulkan dirinya sebagai bagian kehidupan manusia yang berbudi. ’’Implementasinya, kita ingin mereka menjadi contoh kebaikan. Bisa menjadi penerang dalam memahamai tata nilai yang baik. Supaya negara ini menjadi negara yang baik, negara kuat, humanis, dan mampu menjaga kelestarian budaya itu sendiri,’’ paparnya.

Baca Juga :  Bersaing Tunjukkan Kualitas Editing Video

Taruna budaya Jawa Timur ini menjadi pilot project pengembangan, pembinaan kelembagaan dan SDM Kebudayaan di Indonesia. Ini sudah berjalan di tahun ketiga atau sejak 2020. Tiga yang menjadi tujuan Jambore Taruna Budaya Jawa Timur ini, di antaranya, meningkatkan kreativitas, kualitas sumberdaya manusia dan peran serta generasi muda dalam memajukan kebudayaan, membentuk wadah partisipasi dan peran aktif bagi generasi muda untuk pemajuan kebudayaan, merevitalisasi dan meregenerasi kebudayaan di Jawa Timur dalam upaya perlindungan. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Angin Kencang Terjang Lima Desa

Mainan atau Teman

Sekolah Negeri Kekurangan Guru Agama

Artikel Terbaru

/