25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Kuliner Khas Imlek, Suguhan dengan Simbol Harapan

SAAT perayaan tahun baru Imlek orang-orang sering menyajikan kuliner yang identik dengan rasa syukur, harapan, dan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai. Tradisi masyarakat Tionghoa memaknai segala bentuk kebaikan di tahun baru Imlek melalui makanan menjadi hal yang paling menarik.

Seperti perayaan Imlek Tahun Kelinci Air oleh keluarga Maria Sulistya alias Wen Njuk Tjen. Perempuan akrab disapa Melly ini menuturkan, selama Imlek ada beberapa makanan yang memang wajib disajikan. Menurutnya, setiap makanan memiliki makna dan harapan tersendiri dalam perayaan pergantian tahun. ’’Kalau suguhan untuk tamu yang wajib, ada kue keranjang dan manisan segi delapan dan buah jeruk. Tiga suguhan ini pasti menjadi makanan paling banyak disajikan karena punya makna tersendiri,’’ jelasnya.

Melly memaparkan, kue keranjang memiliki makna pelekat hubungan antarkeluarga. Karena terbuat dari bahan dasar ketan yang sifatnya lengket. Sehingga, diharapkan sajian kue ini bisa mempererat silaturahmi dengan keluarga besar. ’’Kue keranjang bermakna untuk merekatkan hubungan keluarga besar,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Terdakwa "Klitih" di Yogyakarta Divonis hingga 10 Tahun Penjara

Sedangkan manisan segi delapan, menjadi kudapan wajib yang juga tak ketinggalan disajikan selama perayaan Imlek. Wadahnya bersekat delapan dan menyerupai bunga teratai. Di dalam wadah tersebut ada berbagai macam manisan, buah-buahan kering, dan biji-bijian untuk makanan ringan. ’’Angka delapan melambangkan keberuntungan. Oleh karena itu, manisan kotak segi delapan ini ibaratnya sebagai simbol mengawali tahun baru dengan penuh keberuntungan,’’ bebernya.

Di samping kue keranjang dan manisan segi delapan, ada buah jeruk yang juga identik dengan perayaan Imlek. Melly menyebutkan buah khas Imlek ini wajib dihidangkan karena melambangkan rezeki yang berlimpah ruah. Selain itu, buah ini juga bermakna kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh dalam keluarga yang menyajikannya. ’’Juga karena bentuknya yang bulat dan rata, dianggap sebagai simbol dari kesempurnaan dan kesinambungan,’’ tutur warga Kelurahan Gedongan Gang II No 61, Kecamatan Magersari ini.

Baca Juga :  Penerbangan Jamaah Haji ke Tanah Air Kembali Alami Keterlambatan

Dikatakannya, selain tiga kuliner suguhan wajib itu, keluarganya juga rutin menyiapkan jenis makanan lainnya. Seperti permen, kue kering atau kue basah tradisional lainnya. Antara lain seperti kue mangkok, kue ku, serta kue wajik. Melly menuturkan, Kue ku atau kue tok sering kali disajikan saat Imlek karena mempunyai makna umur panjang dan kemakmuran. ’’Kalau kue keranjang dan kue wajik disajikan dengan harapan, cita-cita kita selama satu tahun ke depan diharapkan akan terwujud dan bisa membawa hoki,’’ imbuhnya.

Melly mengaku seluruh makanan yang dihidangkan selama perayaan Tahun Baru Imlek juga menjadi momen yang menyatukan seluruh keluarga. Sebab, di momen tersebut, mereka bisa berkumpul bersama keluarga terkasih. ’’Yang jelas setiap tahun baru Imlek, harapannya untuk keluarga yang berkumpul dari makna makanan ada tiga. Yaitu selalu rukun, bahagia dan makmur,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Menebus Dosa Lama

Keseriusan Pemkab Dipertanyakan

Artikel Terbaru

/