25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Geliat Produsen Jajanan Khas Imlek, Tahun Ini Produksi Seribu Kue Keranjang

TAHUN baru Imlek 2023 membawa berkah tersendiri bagi perajin kue keranjang. Lantaran jadi salah satu kue khas yang wajib ada dalam perayaan tahun baru Imlek, permintaan kue keranjang pun melonjak drastis.

Seperti yang dialami Atik Susiana Wati Elisa, 48. Pengrajin kue keranjang di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, itu mengaku, sejak awal bulan Januari pesanan kue berbahan dasar ketan dan gula itu terus mengalir. Bahkan, ada yang sekali pesan hingga lebih dari 100 biji. ’’Mulai banyak pesanan itu awal Januari, sampai saya tutup pesanan Jumat (20/1). Total sudah bikin 1.000 biji lebih,’’ terangnya.

Atik menyebut, sejumlah pesanan tersebut dari sejumlah langganannya di Mojokerto Raya, Surabaya, hingga Malang. Untuk memenuhi sejumlah pesanan tersebut, setidaknya pihaknya menghabiskan 3 kuintal tepung ketan. Diakuinya, ada peningkatan jumlah pesanan kue keranjang di perayaan Imlek dengan shio kelinci air ini. ”Memang ada peningkatan, sekitar 25 persen. Mungkin karena sekarang semua klenteng sudah dibuka ya. Beda sama tahun sebelum-sebelumnya ada pembatasan karena Covid-19,’’ terangnya.

Baca Juga :  MojobatikFestival 2022, Disporapar Kota Mojokerto Lombakan Tiga Jenis Busana

Ukuran kue keranjang yang dibuat pun beragam. Namun, kue keranjang dengan ukuran diameter sekitar 11 cm paling banyak diburu pelanggan. Per bijinya, dibanderol dengan harga sekitar Rp 20-25 ribu. Kualitas dan rasa kue keranjang buatan Atik yang khas membuatnya banyak diburu. Terlebih Atik mempertahankan resep turun temurun dari keluarga sejak sekitar 70 tahun lalu. Baik dari segi kualitas bahan maupun takarannya.

’’Kita bikin tanpa pengawet. Kalau dikulkas bisa tahan sampai setahunn, kalau dibiarkan di suhu ruang mungkin bertahan sampai 6 bulan. tapi mungkin ada bagian yang mengeras, karena tidak pakai pengawet tadi,’’ papar Atik.

Sebagian masyarakat Tionghoa meyakini, ada filosofi tersendiri dari sebuah kue keranjang. Dari bentuk bulatnya, sebagai harapan agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut terus bersatu maupun rukun dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Baca Juga :  Kejari Kota Mojokerto Dalami Aktor Intelektual Kasus Dugaan Korupsi CSR

Sedangkan dari sisi rasa, kue keranjang yang manis melambangkan harapan bagi yang menyantap kue tersebut bakal selalu keluar tutur kata yang baik saat berucap. ’’Banyak juga yang membuat kue keranjang sebagai sesaji dan bagian dari sembahyang. Tapi setelah (rangkaian ibadah) selesai baru dimakan, orang-orang tua biasanya begitu. Banyak juga yang memang buat dimakan saja, biasanya yang muda-muda yang seperti itu,’’ tandas Atik. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/