KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Disbudporapar Kabupaten Mojokerto akan membatalkan ekskavasi lanjutan Situs Umpak Sentonorejo yang sedianya direncanakan terealisasi dalam waktu dekat.
Justru, upaya penyelamatan dan perlindungan cagar budaya ini dialihkan untuk menggali ulang Situs Gapura Bajang Ratu.
”Setelah komunikasi lagi dengan pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, kemungkinan besar nanti yang jadi kita ekskavasi adalah Situs Gapura Bajang Ratu,” ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo.
Situs peninggalan Majapahit ini rencananya bakal diekskavasi ulang menginjak bulan September mendatang.
Yang menyasar sejumlah area di sekitar salah satu objek wisata andalan Kabupaten Mojokerto ini.
”Untuk pelaksanaannya berapa hari, kami menyesuaikan dari tim ekskavasi BPK Wilayah XI saja. Sekarang masih dirancang,” terangnya.
Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan ekskavasi lanjutan dan pengembangan pada situs berupa struktur garupa tersebut.
Meski telah terputus lebih dari 10 tahun lamanya dengan penggalian terakhir yang dilakukan sebelumnya.
Mulai dari pendeteksian adanya struktur lain di sekeliling situs hingga asumsi menelusuri kemiripan pola ruang dengan Situs Bhre Kahuripan.
”Salah satunya, atas dasar adanya hipotesis kemiripan pola ruang dan gapura dengan Situs Bhre Kahuripan yang baru selesai di ekskavasi kemarin. Jadi kita bikin kajiannya. Karena kemungkinan masih banyak bentangan atau sebaran struktur yang belum ditampakkan dari ekskavasi sebelumnya,” beber Riedy.
Hal ini merujuk pada hasil deteksi sementara pada objek di bawah permukaan tanah di sekeliling gapura.
”Sementara sebelumnya menggunakan alat geomagnetik, geolistrik, LIDAR (Light Detection and Ranging) hasilnya masih ada struktur di bawah permukaan tanah. Untuk membuktikan kemungkinan ini apakah komplek pemukiman atau bangunan suci, perlu kita ekskavasi,” bebernya.
Ekskavasi yang didanai pemkab melalui APBD tahun 2023 ini, lanjut Riedy, sekaligus membuktikan adanya asumsi struktur gapura lain di dalam satu komplek situs.
”Dari pola strukturnya juga ada kemiripan dengan Situs Kumitir juga, apalagi jarak kedua situs ini relatif dekat. Dan awalnya ditemukannya Bajang Ratu ini lebih utuh dibanding Situs Gapura Wringin Lawang yang salah satu sisinya hanya separo,” tandasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah