SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Teka-teki Situs Gemekan di Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, perlahan terkuak. Arkeolog BPCB Jatim menduga, ada permukiman kuno di sekitar candi.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Gemekan sekaligus Arkeolog BPCB Jatim M Ichwan menerangkan, disinyalir candi peninggalan era Kerajaan Medang itu tak berdiri sendiri di komplek situs. Dari sejumlah temuan yang ada, tidak menutup kemungkinan terdapat kawasan permukiman di sekitar situs. ’’Kemungkinan area di sekitar sini ada pemukiman. Apalagi ini bangunan candi ya, yang wajar sekali kalau sekitarnya ada pemukiman,’’ ungkapnya.
Asumsi tersebut, lanjut Ichwan, diperkuat adanya sejumlah temuan lepas di sekitar pagar keliling situs pada ekskavasi tahap tiga. Mulai dari fragmen genting kuno, jambangan, hingga keramik mangkuk era Dinasti Yuan (Tiongkok). Bahkan, terdapat sekitar tujuh sumur kuno di sekitar situs yang identik dengan permukiman. ’’Dari survei permukaan di sekitar area situs ini, didapati sejumlah sumur kuno. Di mana itu kemungkinan menandakan adanya pemukiman,’’ bebernya.
Hanya saja, sejumlah sumur kuno yang belum sempat diidentifikasi arkeolog itu ditutup oleh warga untuk aktivitas pertanian. Disinyalir, kawasan permukiman kuno tersebut berada di luar pagar keliling. Namun, kata Ichwan, pihaknya belum bisa menjelaskan detil soal pemukiman tersebut. Utamanya terkait permukiman rakyat ataukah hunian bangsawan yang berkuasa saat itu.
’’Namun ini semua masih perlu kajian lebih lanjut dan dalam lagi ya. Karena harus ada data untuk itu,’’ tandasnya. Itu seiring dengan belum tuntasnya ekskavasi untuk menampakkan struktur pagar keliling situs yang dikenal dengan Prasasti Gemekan alias Masahar dengan angka tahun 852 saka atau 930 masehi tersebut.
Salah satunya, dinding luar sisi timur yang disinyalir sebagai pintu masuk Candi peninggalan Mpu Sindok itu. ’’Target selanjutnya (ekskavasi tahap empat) nanti mungkin (dinding dalam dan luar) sisi utara dan dinding luar sisi timur. Karena sebelumnya sisi timur ini kami tes PIT beberapa kali masih belum nemu,’’ tandasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah