25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Arkeolog: Situs Raja Majapahit di Mojokerto Simpan Cagar Budaya Spektakuler

Temuan Struktur Bata Ekskavasi Diuruk untuk Antisipasi Kerusakan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ekskavasi tahap V Situs Klinterejo selama 30 hari rampung digelar Jumat (25/11). Arkeolog menyebut, struktur Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan masih banyak menyisakan teka-teki yang belum terungkap. Apalagi, belum semua bagian area situs rampung digali sepenuhnya.

“Sejauh ini mungkin baru sekitar 40-50 persen saja yang berhasil diidentifikasi hasil ekskavasi (hingga tahap V),” ungkap Ketua Tim Ekskavasi sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim M Ichwan, Jumat (25/11).

Terlebih, luas area kedua situs yang berdekatan tersebut hingga ratusan meter persegi. Yang disinyalir, masih banyak sebaran benda cagar budaya di sekitar area situs angka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi itu.

Baca Juga :  PAD Empat Dinas Loyo, DPMPTSP Hanya Capai 6 Persen

“Di sebelah utara tampak sudah menjadi sawah dan ledok sekali, lebih rendah dari bagian lain. Karena ada pemanfaatan tanah ya. Kalaupun ada, ya sisa-sisa,” bebernya.

Meski begitu, menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat sebaran benda cagar budaya sekitar situs. Menyusul kedua situs bersejarah itu bagian dari kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan.

“Di sisi selatan, dengan kontur tanah yang relatif masih lebih tinggi, mudah-mudahan hasilnya nanti lebih baik. Semoga saja kita bisa menelusuri persebarannya di sekitar sini,” sebutnya.

Adanya sejumlah temuan spektakular di kedua situs tersebut dinilai perlu untuk dilakukan ekskavasi lanjutan. Hanya saja, pihaknya belum bisa bicara banyak soal rencana ekskvasi selanjutnya. “Kita masih belum tahu pasti kapan. Nanti awal tahun (depan) baru kita bahas penjadwalannya,” tambah Ichwan.

Baca Juga :  Temuan Situs Raja Majapahit di Mojokerto Meluas, Terpendam di Lapangan Bola

Berakhirnya masa ekskavasi tahap V membuat titik gali di area lapangan desa harus ditutup alias diuruk. Tak lain, hal itu sebagai upaya antisipasi dan perlindungan struktur cagar budaya dari kerusakan. Oleh tim ekskavasi, lapisan struktur yang tampak dilapisi plastik sebelum diuruk tanah.

“Untuk (titik gali) di area publik saja yang kami tutup lagi. Terutama di lapangan ini. Sisi barat situs tidak kami tutup. Namun tujuan utamanya penutupan ini sebagai pelindungan cagar budaya dari kerusakan karena faktor alam,” tukasnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/